SuaraCianjur.id - Inilah fakta-fakta terkini Wiranto yang ternyata sudah keluar dari partai Hanura sejak menjabat sebagai anggota Wantimpres, hingga isu kepindahannya ke PAN.
Hengkangnya Wiranto dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) cukup mengejutkan sejumlah pihak. Hal ini lantaran Wiranto merupakan figur pendiri partai tersebut.
Lantas, bagaimanakah keputusan tersebut terjadi, dan kapan Wiranto memutuskan pergi dari partai yang dibentuknya sejak 21 Desember 2006 tersebut?
Sudah Keluar Sejak Jadi Wantimpres
Wakil Ketua Harian DPP Partai Hanura Herry Lontung Siregar mengatakan, Wiranto sudah tidak menjadi bagian Hanura sejak ditunjuk menjadi Dewan Pertimbangan Presiden atau Watimpres pada tahun 2019 lalu.
"Ini ya Pak Wiranto itu setelah terpilih menjadi watimpres, beliau (Wiranto) sudah keluar (mengundurkan diri) dari (partai) Hanura," kata Herry di Kantor Dewan Kehormatan Partai Hanura, Jakarta Pusat, dilansir dari Suara.com Kamis (23/2/2023).
"Jadi kalau sekarang dia mau pindah ke partai lain itu hak beliau," imbuhnya.
Mundur Karena Peraturan Watimpres
Menurut Herry, Keluarnya Wiranto dari Hanura pasca menjabat sebagai anggota Watimpres merupakan prosedur formatif.
Pasalnya, berdasarkan aturan penunjukkan anggota Watimpres, Wiranto harus mundur dari kepengurusan partai.
"Secara otomatis (Wiranto keluar dari Hanura). Dengan ketentuannya, Watimpres itu kan tidak boleh terdaftar di partai," ungkapnya.
Kemungkinan Wiranto Bergabung dengan Partai Lain
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Hanura Irjen (purn) Marwan Paris mengatakan, pihaknya tetap menghormati keputusan Wiranto berlabuh ke partai lain.
"Mengenai Pak Wiranto tadi itu (pindah ke partai lain) hak politik beliau. Saya kira partai (Hanura) tidak mempermasalahkan. Biarlah beliau dengan masa tuanya memilih mana yang terbaik bagi beliau," tuturnya.
"Secara politik kita no comment, tapi secara manusia kita menghormati beliau. Tapi, kita tidak mempersoalkan ke mana arah beliau," sambungnya.
Isu Wiranto Bergabung ke PAN
Sebelumnya, Politikus Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir mengungkapkan, eks Ketua Umum Partai Hanura Wiranto akan bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN).
Menurutnya, keputusan Wiranto memilih PAN akan dihormati.
"Bergabungnya pak Wiranto ke Partai Amanat Nasional adalah pilihan dan keputusan yang harus dihormati oleh siapa pun karena konstitusi kita mengatur hak-hak warga negara Indonesia dalam menentukan pilihan politiknya," kata Inas, Kamis (16/2/2023).
Menurutnya, Wiranto bukan saja tokoh politik melainkan juga negarawan yang sangat luas pengalamannya di Pemerintahan Indonesia sejak rezim orde baru.
Terlebih, kini Wiranto menjabat sebagai Ketua Wantimpres 2019-2024.
"Merupakan keberuntungan luar biasa bagi PAN ketika Pak Wiranto melego jangkanya untuk berlabuh di partai besutan Zulkifli Hasan tersebut, karena akan menambah kekuatan politik Partai Amanat Nasional," tuturnya.
Kehilangan Tokoh Pendiri
Lebih lanjut, sebagai kader partai Hanura yang langsung bersentuhan dengan masa Wiranto, Inas mengaku akan merasa kehilangan tokoh besar yang telah berjasa mendirikan partai Hanura 2006 silam.
"Tentu akan merasa kehilangan tokoh besar yang telah berjasa mendirikan partai Hanura dan pernah melahirkan anggota-anggota dewan dari mulai tingkat kabupaten/kota, proponsi dan pusat," sebut Inas.
"Jika tidak, mungkin saya sendiri tidak pernah duduk di parlemen pada periode lalu," tutupnya. (*)