Kemarin Siksa Aktivis GSF, Kini Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Tahanan Teroris

Pebriansyah Ariefana

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58 WIB
Kemarin Siksa Aktivis GSF, Kini Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Tahanan Teroris
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melakukan tindakan provokasi dengan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. [Tangkap layar X]
baca 10 detik
  • Pengadilan Yerusalem melarang menteri Israel memakai buaya untuk menjaga tahanan teroris.

  • Gugatan kelompok Let the Animals Live membatalkan rencana uji coba di Penjara Ketziot.

  • Itamar Ben-Gvir mengkritik hakim karena dinilai memihak teroris dan menggagalkan pencegahan.

Suara.com - Rencana ekstrem menjadikan buaya sebagai sipir penjara tahanan teroris di Israel resmi kandas di meja hijau. Pengadilan Distrik Yerusalem menghentikan kebijakan kejam yang digagas Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir.

Gugatan aktivis hak asasi satwa menjadi tembok penghalang utama bagi skema pengawasan ketat berbasis pemanfaatan reptil buas tersebut. Organisasi lokal Let the Animals Live berhasil meyakinkan hakim bahwa penggunaan hewan pemangsa melanggar prinsip hukum yang berlaku.

Langkah hukum ini sekaligus membendung standar baru dalam sistem keamanan lembaga pemasyarakatan yang dinilai mengeksploitasi faunistik secara berlebihan. Keputusan yargasi ini memaksa pemerintah mencari metode pencegahan lain tanpa mengorbankan norma perlindungan hewan.

Ilustrasi buaya di sungai (Unsplash.com/ Daniel Pelaez Duque)
Ilustrasi buaya di sungai (Unsplash.com/ Daniel Pelaez Duque)

Ben-Gvir merespons putusan hakim dengan nada keras dan tuduhan serius terhadap independensi lembaga peradilan. Ia menilai hakim telah mengambil posisi yang merugikan skema keamanan nasional.

Menteri berhaluan kanan tersebut menegaskan keberatannya atas pembatalan program pengawasan eksperimental di fasilitas penahanan.

"Sekali lagi, di masa perang, sistem peradilan berpihak pada para teroris, serta menggagalkan upaya pencegahan penting yang dilakukan oleh Pemerintah Israel," ujarnya, seperti yang dikutip oleh surat kabar tersebut.

Sebelumnya Itamar Ben-Gvir memicu kecaman internasional setelah mengunggah video yang memperlihatkan dirinya mengejek, memprovokasi, dan memperlakukan secara kasar para aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla di Pelabuhan Ashdod, Israel, pada Mei 2026.

Pihak peradilan mengeluarkan larangan resmi tersebut menyusul adanya petisi dari organisasi pejuang perlindungan hewan setempat. Surat kabar The Jerusalem Post melaporkan bahwa gerakan Let the Animals Live menjadi pemicu utama vonis hakim.

Uji coba penempatan predator tersebut awalnya bakal direalisasikan pada fasilitas penahanan berkeamanan tinggi. Pemerintah berencana menjadikan Penjara Ketziot sebagai lokasi pertama proyek pengawasan buaya ini.

baca juga

Penjara Ketziot merupakan salah satu fasilitas pemasyarakatan terbesar yang menampung ribuan tahanan di kawasan Gurun Negev. Penempatan buaya di area tersebut ditujukan untuk memperketat batas perimeter luar tahanan.

Penolakan hakim membuyarkan seluruh skema teknis operasional sipir reptil yang telah dirancang otoritas setempat. Kini pengawasan Penjara Ketziot dipastikan tetap menggunakan prosedur dan personel manusia konvensional.

Kebijakan keamanan fasilitas penahanan Israel pun kembali menjadi sorotan publik internasional dan pegiat kemanusiaan. Banyak pihak menilai gagasan pengawasan eksentrik ini berpotensi memicu konflik hukum baru.

Latar belakang kontroversi ini bermula dari komitmen politik Ben-Gvir untuk menerapkan tindakan paling keras terhadap warga Palestina di tahanan. Sejak menjabat menteri, ia terus mendorong berbagai aturan pengetatan kondisi kehidupan bagi para narapidana.

Usulan penggunaan buaya muncul sebagai bagian dari rangkaian eksperimen deterrence atau efek jera yang ekstrem. Namun intervensi hukum dari Let the Animals Live membuktikan adanya batasan etik yang wajib dipatuhi pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibu Hamil Tewas Dibom Israel di Gaza, Nyawa Satu Keluarganya Juga Melayang

Ibu Hamil Tewas Dibom Israel di Gaza, Nyawa Satu Keluarganya Juga Melayang

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 11:43 WIB

Krisis Imigran Maroko ke Spanyol Disorot, Dugaan Ada Campur Tangan Israel

Krisis Imigran Maroko ke Spanyol Disorot, Dugaan Ada Campur Tangan Israel

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:29 WIB

4 Warga Palestina Tewas Dibunuh Tentara Israel, Ada Anak-anak

4 Warga Palestina Tewas Dibunuh Tentara Israel, Ada Anak-anak

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:45 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×