Rafael Alun Trisambodo Datang ke KPK Terungkap Punya Saham di 6 Perusahaan, Ada di LHKPN?

Suara Cianjur

Rabu, 01 Maret 2023 | 12:03 WIB
Rafael Alun Trisambodo Datang ke KPK Terungkap Punya Saham di 6 Perusahaan, Ada di LHKPN?
Rafael Alun Trisambodo mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, untuk memberikan klarifikasi soal harta kekayaannya. Terungkap kalau Rafael punya saham di 6 perusahaan. (Foto: Suara.com - Alfian Winanto)

SuaraCianjur.id- Rafael Alun Trisambodo datang ke kantor Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK). Mantan pejabat di lingkungan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan ini datang untuk memenuhi panggilan KPK.

Rafael Alun Trisambodo ayah dari Mario Dandy, tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap David Ozora hingga koma.

Rafael memiliki kekayaan yang cukup fantastis hingga mencapai Rp56 miliar. Namun public melihat ada kejanggalan dari harta yang dimiliknya.

Rafael Alun ternyata punya saham di enam perusahaan, dan hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pahala Nainggolan.

"Saham di enam perusahaan," ungkap Pahala dikutip dari Suara.com, Rabu (1/3/2023).

Pahala mengatakan kalau hal itu tidak terungkap ke publik, karena datanya berada di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), dan hanya tertulis berupa surat berharga.

"Disebutkan di LHKPN terakhirnya. Tapi akses publik hanya sampai total surat berharga saja detailnya ya itu (saham)," jelas Pahala.

Jika merujuk kepada data di LHKPN miliknya, Rafael punya surat yang berharag hingga nilainya mencapai Rp 1,55 miliar.

Secara keseluruhan kalau harta kekayaan yang dimiliki oleh Rafael Alun itu mencapai Rp 56,1 miliar.

baca juga

Tentu saja harta yang dimiliki oelhnya selisih lebih tinggi Rp 1,9 miliar dengan harta kekayaan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Rafael datang ke KPK utnuk memberikan klarifikasi atas harta kekayaannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, menurut Ketua PPATK, Ivan Yustiavandana, pihaknya telah menyerahkan hasil analisis transaksi keuangan dari Rafael. Mereka menemukan kecurigaan.

Data tersebut tersebut diberikan jauh sebelum kasus penganiayaan brutal yang dilakukan Mario terhadap David.

Hanya saja ketika itu kata Ivan tindakan dari penyidik KPK masih belum jelas kelanjutannya.

"Banyak transaksi tunai bernilai signifikan, tidak sesuai profil yang bersangkutan (Rafael) di beberapa rekening," ucap Ivan dikutip dari Suara.com. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wakil Ketua KPK: Banyak Laporan Kekayaan Pegawai Kemenkeu yang 'Tidak Wajar'

Wakil Ketua KPK: Banyak Laporan Kekayaan Pegawai Kemenkeu yang 'Tidak Wajar'

Cianjur | Selasa, 28 Februari 2023 | 16:40 WIB

KPK Tindaklanjuti Laporan Hasil Analisa PPATK Terkait Rafael Alun Trisambodo

KPK Tindaklanjuti Laporan Hasil Analisa PPATK Terkait Rafael Alun Trisambodo

Cianjur | Selasa, 28 Februari 2023 | 14:04 WIB

Sebuah Kejutan Besar Bagi AG Sudah Disiapkan Ayah David, Dugaan Keteribatan Kuat?

Sebuah Kejutan Besar Bagi AG Sudah Disiapkan Ayah David, Dugaan Keteribatan Kuat?

Cianjur | Selasa, 28 Februari 2023 | 07:38 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×