SuaraCianjur.Id- Nyamuk merupakan serangga yang sering diidentikkan dengan pengganggu kesehatan manusia. Selain menggigit dan menyebarkan penyakit, nyamuk juga dapat memicu alergi.
Namun, saat ini sudah ada terobosan baru dalam pencegahan penyebaran virus demam berdarah melalui nyamuk, yaitu dengan memanfaatkan bakteri bernama Wolbachia.
Wolbachia adalah jenis bakteri yang dapat hidup di dalam tubuh nyamuk. Bakteri ini ditemukan pada tahun 1924 oleh seorang ilmuwan bernama Hertig dan Wolbach, yang menemukan bakteri ini hidup di dalam tubuh nyamuk Culex pipiens.
Wolbachia sangat unik karena mampu mempengaruhi berbagai aspek dari hidup nyamuk, seperti reproduksi, kekebalan, dan kesehatan.
Salah satu hal yang menarik dari Wolbachia adalah kemampuannya dalam mencegah penyebaran virus. Wolbachia dapat menginfeksi nyamuk dan membuat nyamuk tersebut kebal terhadap virus.
Hal ini terjadi karena Wolbachia membuat nyamuk menghasilkan protein yang dapat melawan virus. Selain itu, Wolbachia juga dapat memblokir virus sehingga virus tersebut tidak dapat berkembang biak di dalam tubuh nyamuk.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa nyamuk yang terinfeksi Wolbachia tidak hanya kebal terhadap virus demam berdarah, tetapi juga virus-virus lain seperti Zika, chikungunya, dan virus kuning.
Oleh karena itu, dengan menginfeksi nyamuk dengan Wolbachia, kita dapat memperkecil kemungkinan terjadinya wabah virus yang disebarkan oleh nyamuk.
Upaya untuk menginfeksi nyamuk dengan Wolbachia telah dilakukan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Pada tahun 2017, program pengendalian nyamuk dengan menginfeksi nyamuk menggunakan Wolbachia diimplementasikan di Kota Yogyakarta dan Kota Bima.
Baca Juga: Pengurus IKA USU Fakultas Farmasi 2023-2027 Dilantik
Hasilnya sangat menggembirakan, yaitu berhasil menekan populasi nyamuk hingga 80 persen dan menurunkan angka infeksi virus demam berdarah hingga 77 persen. (*)
(*/Haekal)
Sumber: Instagram Kementerian Kesehatan RI