cianjur

Silent Treatment, Niat Selesaikan Masalah Ternyata Jadi Merusak Hubungan Interpersonal

Suara Cianjur Suara.Com
Rabu, 15 Maret 2023 | 11:07 WIB
Silent Treatment, Niat Selesaikan Masalah Ternyata Jadi Merusak Hubungan Interpersonal
Ilustrasi Pasangan Silent Treatment ((Freepik/Yanalya))

SuaraCianjur.Id- Silent treatment, atau perlakuan diam, merupakan bentuk penghindaran dalam berkomunikasi yang kerap dilakukan dalam hubungan interpersonal.

Perlakuan ini dapat terjadi dalam hubungan yang bersifat romantis, persahabatan, atau bahkan dalam hubungan keluarga.

Dalam praktiknya, silent treatment biasanya dilakukan dengan tidak memberikan respons terhadap pesan atau komunikasi dari orang lain.

Seseorang yang mengalami perlakuan ini akan merasa diabaikan dan tidak dihargai. Hal ini dapat berdampak negatif pada hubungan interpersonal dan juga kesehatan mental seseorang.

Sebuah studi berjudul "The timing of divorce: Predicting when a couple will divorce over a 14-year period. Journal of Marriage and Family" yang dilakukan oleh psikolog John Gottman menunjukkan bahwa silent treatment merupakan salah satu bentuk perilaku destruktif dalam hubungan.

Menurut Gottman, silent treatment dapat menyebabkan pasangan kehilangan kepercayaan, keintiman, dan rasa saling terhubung.

Selain itu, sebuah jurnal psikologi yang diterbitkan di Amerika Serikat, Journal of Social and Personal Relationships, menunjukkan bahwa silent treatment dapat meningkatkan tingkat stres dan menurunkan kepercayaan diri seseorang.

Studi ini menunjukkan bahwa perlakuan diam dapat memicu respon fisiologis seperti peningkatan detak jantung, tekanan darah, dan kadar kortisol dalam tubuh.

Menurut penulis buku "The Power of No" dan "The Power of Yes", James Altucher, "Silent treatment adalah tindakan pengecut dalam berkomunikasi. Membuat orang lain merasa diabaikan adalah cara terburuk untuk memperbaiki masalah."

Baca Juga: Ekskavasi Situs Keraton Pleret, Tenaga Ahli Temukan Saluran Air Kuno

Hal yang sama diungkapkan oleh Dr. Lisa Firestone, seorang psikolog klinis dan penulis buku "Conquer Your Critical Inner Voice". Menurutnya, "Perlakuan diam dapat merusak hubungan dan memperburuk masalah yang ada.

Jika seseorang ingin memperbaiki hubungannya, maka komunikasi adalah kunci untuk mencapainya."

Buku "Emotional Blackmail" karya Susan Forward juga menyebutkan bahwa silent treatment dapat digunakan sebagai bentuk pengendalian dan manipulasi dalam hubungan.

Hal ini dapat menyebabkan korban merasa terisolasi dan kehilangan kontrol dalam hubungannya. (*)

(*/Haekal)

Sumber: Instagram Ibunda.id, Beberapa Jurnal

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI