SUARA CIANJUR- Father hunger merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami kekurangan atau kekosongan dalam hubungan batin dengan ayahnya.
Kondisi ini dapat terjadi karena kehilangan ayah secara fisik, atau ketidakhadiran ayah secara emosional dan interaksional.
Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa father hunger dapat memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan mental seseorang, terutama pada masa kanak-kanak dan remaja.
Dikutip dari sebuah buku berjudul "The Cry of the Soul" karya Dan Allender dan Tremper Longman III , father hunger bisa menyebabkan perasaan kebingungan, kesepian, kehilangan arah hidup, dan depresi.
Mereka mengungkapkan, "Father hunger merupakan kebutuhan yang paling mendasar bagi seorang anak, dan jika tidak terpenuhi, ia akan mempengaruhi seluruh kehidupannya."
Penelitian juga menunjukkan bahwa father hunger dapat meningkatkan risiko perilaku negatif, seperti penggunaan obat-obatan terlarang, kekerasan, dan penyalahgunaan alkohol.
Para ahli percaya bahwa kehadiran ayah yang positif dan terlibat secara emosional dan interaksional dengan anak-anaknya sangat penting untuk perkembangan anak.
Seorang ayah yang terlibat dapat membantu anak mengembangkan rasa percaya diri, memberikan pandangan yang berbeda dalam mengatasi masalah, serta memberikan dukungan emosional dan fisik yang dibutuhkan oleh anak. (*)
(*/Haekal)