SUARA CIANJUR - AHY, Ketua Umum DPP Partai Demokrat, memberikan tanggapannya mengenai kemungkinan bergabung dalam koalisi untuk Pilpres 2024 setelah ia dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, SBY, bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto.
AHY memberikan jawaban yang sangat normatif ketika ditanya apakah Golkar dan Demokrat akan berkoalisi setelah pertemuan tersebut.
Menurutnya, semua kemungkinan masih terbuka.
"Kemudian kalau ditanya tadi, apakah kemudian bisa saling bergabung ya tadi, semua sangat mungkin kalau tujuannya baik dan bersama-sama kita ingin melakukan perubahan ingin melakukan perbaikan terhadap situasi negeri ini maka sangat-sangat diharapkan bersatunya elemen bangsa" ucap AHY.
Dia menyatakan bahwa penggabungan kekuatan politik adalah landasan untuk menghadapi tantangan-tantangan bangsa di masa depan.
"Inilah yang sebetulnya terus kita jadikan basis atau pondasi dalam dialog yang kita lakukan dari waktu ke waktu ada berbagai isu yang kita sama punya kepentingan yang sama tidak ada bedanya ada perbedaan-perbedaan penyikapan isu juga biasa, inilah sebenarnya indahnya demokrasi multi partai," ujarnya.
Dalam pernyataannya, dia mengungkapkan harapannya agar tidak ada lagi polarisasi dan perpecahan di masyarakat, terutama karena perbedaan ideologi.
"Pak Airlangga betul sekali mengingatkan kepada kita semua jangan sampai Pemilu 2024 ini seperti ada pembelahan atau kebutuhan keras antara anak bangsa sendiri," paparnya.
"Tadi Pak SBY juga mengingatkan betapa nestapanya bangsa Indonesia pernah berbenturan antar ideologi bukan hanya tidak sehat tetapi juga berbahaya dan banyak korbannya literally bukan politik tetapi juga korban jiwa, jangan sampai terjadi lagi dalam sejarah politik bangsa kita atau benturan keras akibat eksploitasi politik identitas, itu juga tidak boleh," lanjutnya.
Baca Juga: Menhub Budi Karya Sumadi: Arus Balik Lebaran Masih Berlangsung Sampai Besok, 1 Mei
Dia menyatakan bahwa ia akan melawan dan menentang segala upaya yang mencoba untuk merusak persatuan dan kesatuan Indonesia.
"Saya pikir kita sepakat di situ dan semua orang yang secara sadar mencintai negara kita akan menjawab hal yang sama," jelas AHY. (*)
(*/Haekal)