Sudah Jarang Lihat Kunang-Kunang? Ini Nasib Hewan Penerang di Malam Hari saat Ini

Suara Cianjur

Rabu, 03 Mei 2023 | 17:52 WIB
Sudah Jarang Lihat Kunang-Kunang? Ini Nasib Hewan Penerang di Malam Hari saat Ini
Kunang-Kunang diambang kepunahan karena aktivitas manusia, kenapa bisa? (Tangkapan layar youtube)

SUARA CIANJUR - Baru-baru ini, sebuah penelitian melaporkan bahwa kunang-kunang di seluruh dunia sedang menghadapi risiko kepunahan karena aktivitas manusia. 

Ancaman tersebut meliputi kerusakan habitat, penggunaan pestisida, dan polusi cahaya buatan. Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Sara Lewis dari Universitas Tufts bekerja sama dengan organisasi International Union for the Conservation of Nature untuk mempelajari dampak-dampak tersebut pada populasi kunang-kunang. 

Publikasi penelitian mereka di jurnal Bioscience memberikan peringatan tentang masa depan kunang-kunang dan menyoroti ancaman khusus dan kerentanan yang berbeda di wilayah geografis yang berbeda. 

Menurut para ahli, kehilangan habitat merupakan krisis yang paling mengancam kelangsungan hidup kunang-kunang di sebagian besar dunia, diikuti oleh polusi cahaya dan penggunaan pestisida.

"Banyak populasi satwa liar menurun akibat menyusutnya habitat mereka. Tidak heran jika rusaknya habitat menjadi ancaman terbesar," sebut Profesor Lewis. 

"Kunang-kunang menjadi yang paling terdampak karena mereka perlu kondisi khusus untuk melengkapi siklus kehidupannya," jelasnya.

Populasi spesies ini mengalami penurunan drastis karena habitat mangrove mereka rusak untuk dijadikan perkebunan sawit dan peternakan akuakultur. 

Di seluruh dunia, polusi cahaya dianggap sebagai ancaman kedua bagi kunang-kunang, di mana cahaya buatan di malam hari semakin meluas selama beberapa abad terakhir.

"Selain mengganggu bioritme alami, polusi cahaya benar-benar mengacaukan ritual kawin kunang-kunang," terang Avalon Owens, pimpinan studi.

baca juga

Sebagian besar kunang-kunang menggunakan bioluminesensi untuk mencari dan memikat pasangan mereka. Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa cahaya buatan dapat mengganggu proses tersebut.

"Lebih terang tidak selalu lebih baik," ucapnya.

Para ahli kunang-kunang juga mencatat bahwa penggunaan pestisida di pertanian merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup kunang-kunang. 

Paparan insektisida terbesar terjadi pada tahap larva karena kunang-kunang muda menghabiskan waktu hingga dua tahun di bawah tanah atau di bawah air. 

Insektisida seperti organofosfat dan neonicotinoid awalnya digunakan untuk membunuh hama, tetapi juga dapat membunuh serangga yang bermanfaat seperti kunang-kunang. 

Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, bukti saat ini menunjukkan bahwa insektisida dapat membahayakan kelangsungan hidup kunang-kunang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indomie Ayam Spesial Dilarang di Taiwan karena Temuan Pestisida, di Indonesia Gimana? Ini Kata BPOM

Indomie Ayam Spesial Dilarang di Taiwan karena Temuan Pestisida, di Indonesia Gimana? Ini Kata BPOM

Lifestyle | Kamis, 27 April 2023 | 18:08 WIB

Presiden Joko Widodo Klaim Deforestasi Menurun Signifikan, KNPI Sebut 3.500 Hektare Hutan Mangrove Dibabat Demi Proyek

Presiden Joko Widodo Klaim Deforestasi Menurun Signifikan, KNPI Sebut 3.500 Hektare Hutan Mangrove Dibabat Demi Proyek

News | Selasa, 18 April 2023 | 05:59 WIB

Peduli Lingkungan, Komunitas Nelayan Pesisir Lampung Ajak Warga Pesawaran Tanam Hutan Mangrove

Peduli Lingkungan, Komunitas Nelayan Pesisir Lampung Ajak Warga Pesawaran Tanam Hutan Mangrove

Bisnis | Kamis, 13 April 2023 | 09:27 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×