SUARA CIANJUR - Dalam sebuah survei Lembaga Survei Nasional (LSN), Direktur Eksekutif Gema Nusantara Bakry menyatakan bahwa meskipun beberapa pengamat telah memprediksi kenaikan elektabilitas Ganjar Pranowo setelah dicalonkan sebagai calon presiden oleh PDI Perjuangan, namun hal tersebut tidak terbukti dalam hasil survei LSN terbaru.
"Elektabilitas Ganjar tetap terbenam dan makin jauh tertinggal dari Prabowo menyusul pernyataan kontroversialnya yang menolak kehadiran timnas Israel dan berbuntut dibatalkannya Indonesia sebagai host Piala Dunia U-20," kata Gema.
Lembaga survei nasional, LSN, mengumumkan hasil survei terbarunya bahwa elektabilitas Ganjar Pranowo masih terbenam dan semakin jauh tertinggal dari Prabowo.
Hal ini diakibatkan oleh pernyataan kontroversial Ganjar yang menolak kehadiran timnas Israel dan berujung pada pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.
Direktur Eksekutif LSN, Gema Nusantara Bakry, mengatakan bahwa walaupun orang Indonesia dikenal sebagai "bangsa pelupa", publik kelihatannya sulit memaafkan kesalahan Ganjar dan merebut kembali dukungan publik tidak akan mudah.
Batalnya Piala Dunia U-20 juga berpengaruh pada elektabilitas PDI Perjuangan dengan hanya 17,6 persen responden yang mengaku akan memilih partai tersebut jika pemilu dilaksanakan saat ini, yang merupakan penurunan sekitar 5 persen dari survei sebelumnya.
Publik telah memberikan hukuman elektoral kepada PDI Perjuangan yang dinilai menjadi provokator gagalnya perhelatan Piala Dunia U-20 di Indonesia. Meskipun publik kecewa terhadap Ganjar Pranowo, posisi Prabowo Subianto terus menguat.
Hal ini terbukti dari sinyal dukungan yang semakin jelas dari Presiden Jokowi yang ditujukan kepada Prabowo, yang memperkuat dukungan dari berbagai lapisan masyarakat, terutama dari elemen-elemen pendukung Jokowi terhadap Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.
Prabowo dipandang sebagai sosok negarawan yang paling layak menggantikan Presiden Jokowi.
Dalam survei LSN, ketika responden ditanyakan siapa yang paling layak menjadi pengganti Presiden Jokowi, nama Prabowo paling banyak disebut oleh publik.
"Sebanyak 21,7 persen menyebut nama Prabowo, sedangkan masing-masing hanya sekitar 12 persen yang menyebut nama Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan," ungkapnya.
Hasil survei LSN menunjukkan bahwa semakin banyak publik yang menganggap Muhaimin Iskandar sebagai sosok yang layak menjadi cawapres pendamping Prabowo Subianto.
Pada survei sebelumnya, tingkat keterpilihan Muhaimin sebagai cawapres masih di bawah 1 persen, tetapi sekarang mencapai 9,4 persen.
Ada juga dua nama lain yang dianggap publik cocok menjadi cawapres pendamping Prabowo, yaitu Mahfud MD dan Gibran Rakabuming Raka.
Mahfud MD mendapatkan dukungan sebanyak 10,2 persen responden, sedangkan Gibran dipilih oleh 9,8 persen responden.