SUARA CIANJUR - Anies Baswedan, bakal calon presiden dari koalisi perubahan, menolak memberikan komentar lebih lanjut tentang nama calon wakil presiden yang disarankan oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Marives) Luhut Binsar Panjaitan kepada Ketua Umum NasDem, Surya Paloh.
Menurut Anies, informasi yang disampaikan oleh Luhut tidaklah signifikan. Anies menyatakan bahwa jika informasi itu benar-benar penting, Surya Paloh akan memberitahunya secara langsung.
Namun, sampai saat ini, Paloh belum mengabarkan apa pun tentang pertemuannya dengan Luhut.
"Soal wakil begini, kalau dengan beliau (Paloh) kalau itu urgen dan penting pasti langsung disampaikan. Kalau tidak langsung disampaikan pasti tidak urgen dan tidak penting," ujar Anies.
Anies Baswedan menolak untuk memberikan tanggapan lebih lanjut terkait pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa NasDem telah keluar dari koalisi pemerintah.
Ia menyatakan bahwa saat ini ia lebih berfokus pada persiapan menghadapi Pilpres 2024.
"Jadi fokus kami menyiapkan untuk menawarkan pada rakyat Indonesia sebuah jalan baru yang kami menyebutnya meluruskan jalan, menghadirkan keadilan ini menjadi fokus kami," katanya.
Sebelumnya, Sugeng Suparwoto, Ketua DPP Partai NasDem, mengungkapkan bahwa Luhut Binsar Pandjaitan telah mengusulkan nama calon wakil presiden untuk Anies Baswedan.
Usulan itu secara langsung disampaikan oleh Luhut kepada Ketua Umum NasDem, Surya Paloh. Mereka pernah bertemu untuk bersantap siang bersama di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat di lantai 28.
Baca Juga: Brantas Abipraya Berkontribusi Atasi Banjir Rob Jakarta Lewat Proyek NCICD
"Tentang nama, betul ada diskusi dan sebagainya, tetapi sekali lagi tidak etis. Betul, Pak Luhut juga meng-endorse, katakanlah kalau bahasa kalian kan, meng-endorse ini meng-endorse itu, dan sebagainya," ungkap Sugeng. (*)
(*/Haekal)