SUARA CIANJUR - Pengamat politik dan akademisi, Rocky Gerung, mengkritik pidato Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam acara Ecosperity Week 2023 yang diadakan di Singapura.
Dalam pidatonya, Jokowi membahas berbagai hal, termasuk Pilpres, transisi energi, dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Salah satu poin yang menarik perhatian adalah upaya Jokowi mempromosikan IKN kepada warga Singapura.
“Jadi saya sarankan jangan menunggu terlalu lama, jangan hanya duduk dan menonton, ini peluang emas yang sangat menarik di Indonesia yang mana kalian semua bisa turut menjadi bagian,” kata Jokowi dalam pidatonya.
Rocky Gerung menganggap tawaran tersebut memalukan. Ia merasa bahwa Singapura tidak akan tertarik untuk memindahkan diri ke tempat yang mereka tidak tahu apa-apa.
Menurutnya, sebagai bangsa, kita seharusnya merasa malu dengan tawaran semacam itu.
“Singapore disuruh pindah ke tempat yg dia nggak tahu. Singapore juga berpikir itu yang dijual apa? Tenda atau apa? Sebagai bangsa, kita malu sebenernya,” tegas Rocky Gerung, dikutip Cianjur.Suara.com dari kanal Youtubenya, Senin (12/6/2023).
Rocky juga menyebut pidato tersebut tidak masuk akal dan khawatir akan merusak reputasi Indonesia di mata negara lain.
“Seluruh rakyat Singapore tuh ketawain tuh. Ini bukan sekadar jual murah, tapi jual dungu. Memalukan betul, hanya demi sensasi. Kan ini kan mainan dia yang sejak awal dia banggakan,” kata Rocky.
Baca Juga: 4 Fakta Menarik yang Membuat Osho no Ko Berbeda dari Anime Kebanyakan
Dalam video yang sama, Rocky Gerung juga menyatakan bahwa Jokowi dan timnya telah kehabisan cara untuk menarik investor ke IKN.
Menurutnya, pidato ini dipilih sebagai upaya terakhir untuk mencari investor.
“Kalau kualitas presiden semacam ini, maka negara tetangga menganggap, kita tipu lagi presiden selanjutnya. Sinyal bahwa Indonesia tidak bisa melahirkan pemimpin yang rasional, bisa jadi krisis di masa depan,” tutur Rocky. (*)