Kenapa Polisi 'Ngotot' Larang Mahasiswa Demo di Kawasan Bundaran HI?

Muhamad Yasir, Faqih Fathurrahman

Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:20 WIB
Kenapa Polisi 'Ngotot' Larang Mahasiswa Demo di Kawasan Bundaran HI?
Polisi memasang barikade saat berlangsungnya aksi unjuk rasa mahasiswa di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (12/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]
baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya melarang mahasiswa berdemonstrasi di Bundaran HI pada Jumat (12/6/2026) karena merupakan pusat aktivitas ekonomi dan lalu lintas.
  • Larangan tersebut didasarkan pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 232 Tahun 2015 untuk mencegah kemacetan parah di ibu kota.
  • Polisi mengarahkan mahasiswa menyampaikan aspirasi di lokasi representatif seperti DPR RI agar demonstrasi tetap berjalan tanpa mengganggu kepentingan publik.

Suara.com - Polda Metro Jaya mengungkap alasan di balik larangan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, karena kawasan tersebut merupakan pusat aktivitas ekonomi, sekaligus "jantung lalu lintas" ibu kota yang tidak boleh lumpuh.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan larangan itu mengacu pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 232 Tahun 2015 yang mengatur lokasi penyampaian pendapat di muka umum.

Menurut Budi, kawasan Bundaran HI hingga sejumlah titik strategis lainnya memiliki fungsi vital bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas bisnis Jakarta.

"Dari mulai Bundaran Senayan, Bundaran Semanggi, Bundaran HI yang tempat kita sekarang termasuk, Patung Kuda ini merupakan epicentrum lalu lintas, jantung lalu lintas DKI Jakarta," kata Budi di Bundaran HI, Jumat (12/6/2026).

Ia menilai kemacetan yang terjadi di ruas-ruas utama tersebut berpotensi memicu efek domino ke berbagai wilayah lain di Jakarta.

"Apabila kemacetan lumpuh jalan di Jakarta, ini berdampak kepada kemacetan arus lalu lintas lain, kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya terganggu, ini yang kami harus sampaikan kepada masyarakat dan khususnya kepada adik-adik mahasiswa," jelasnya.

Meski demikian, Budi menegaskan pemerintah tidak melarang mahasiswa menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi. Polisi hanya meminta agar aksi dilakukan di lokasi yang telah disediakan.

Menurut dia, mahasiswa masih bisa menyampaikan tuntutan di sejumlah titik yang dinilai lebih representatif, seperti kawasan DPR RI atau Medan Merdeka Selatan.

"Sehingga tempat-tempat tersebut aspirasi tetap tersampaikan dengan baik dan kita harus menimbang," katanya.

baca juga

"Ada dua aspek balancing, penyampaian aspirasi juga tetap tersampaikan dengan baik tetapi kepentingan masyarakat juga harus bisa diakomodir, dapat berjalan sesuai dengan ketentuan dan harapan dari masyarakat," imbuh Budi.

Sebelumnya, ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Jabodetabek berupaya menggelar aksi di Bundaran HI pada Jumat siang. Namun, langkah mereka tertahan setelah aparat TNI dan Polri melakukan penghadangan di sejumlah titik.

Hingga malam hari, massa aksi masih berhadapan dengan aparat keamanan. Sementara itu, arus lalu lintas dari arah Dukuh Atas menuju Bundaran HI maupun sebaliknya tidak dapat dilalui kendaraan.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan utama, yakni menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan program MBG serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menolak militerisme di ranah sipil, dan mendesak Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam

Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:23 WIB

Bantah Klaim BEM UI, Polda Metro: Sampai Detik Ini Tak Ada Surat Pemberitahuan Demo

Bantah Klaim BEM UI, Polda Metro: Sampai Detik Ini Tak Ada Surat Pemberitahuan Demo

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:15 WIB

Sita Bom Molotov! Polisi Tangkap 2 Orang Diduga Ingin Tunggangi Demo Mahasiswa di Jakarta

Sita Bom Molotov! Polisi Tangkap 2 Orang Diduga Ingin Tunggangi Demo Mahasiswa di Jakarta

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:55 WIB

Terkini

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:30 WIB

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:23 WIB

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:13 WIB

Wacana Blokir Medsos Anak: Solusi Aman atau Bikin Anak Makin Penasaran?

Wacana Blokir Medsos Anak: Solusi Aman atau Bikin Anak Makin Penasaran?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

OJK Siapkan 8 Jurus Reformasi Pasar Modal, Free Float IPO Minimal 15%

OJK Siapkan 8 Jurus Reformasi Pasar Modal, Free Float IPO Minimal 15%

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

GPCI Siap Kawal MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

GPCI Siap Kawal MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Beda Skin Tint dan BB Tint, Mana yang Lebih Cocok untuk Makeup Harian?

Beda Skin Tint dan BB Tint, Mana yang Lebih Cocok untuk Makeup Harian?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:05 WIB

×