SUARA CIANJUR - Seorang mahasiswa berusia 19 tahun dengan inisial MG mengalami tindakan kekerasan dari tujuh senior dan pengasuhnya di sebuah institusi pelayaran pemerintah di Semarang.
Kejadian kekerasan ini menyebabkan korban mengalami pendarahan pada saluran kemih.
Orang tua korban melaporkan insiden ini kepada pihak kampus dan meminta tindakan keamanan yang lebih baik.
Namun, kekerasan tersebut terulang lagi dan melibatkan tujuh orang.
Orang tua korban melaporkan tujuh pelaku kekerasan ini kepada polisi.
Tindakan kekerasan tersebut mengakibatkan pendarahan pada saluran kemih, rasa sakit di perut bagian atas, dan masalah pencernaan.
Kekerasan ini terjadi di berbagai area kampus, termasuk di lapangan, dekat asrama, dan ruang kebugaran.
Alasan utama terjadinya kekerasan ini adalah karena adanya sistem senioritas.
Korban juga mengadukan kejadian ini kepada Kementerian Perhubungan dan Ombudsman, dengan harapan agar tidak ada lagi tindakan kekerasan di kampus tersebut.
Baca Juga: Misteri DK: Ayah yang Terlibat Skandal Incest di Ciamis
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah membenarkan bahwa laporan tersebut telah diterima.
Namun, keluarga korban meminta penundaan proses hukum terkait kasus ini. (*)