SUARA CIANJUR – Indonesia secara resmi ditunjuk FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia U17. Hal ini mengharuskan Indonesia dalam hal ini PSSI melakukan persiapan dengan segera. Salah satu elem utama yang harus dipersiapkan adalah venue stadion.
Masalahnya, pergelaran Piala Dunia U17 ini akan berlangsung bareng dengan konser Coldplay di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Stadion kebanggaan masyarakat Indonesia ini sendiri selalu menjadi venue utama dalam gelaran olahraga akbar di Indonesia.
Bentrokan jadwal ini membuat SUGBK tidak bisa digunakan untuk pertandingan Piala Dunia U17. Hal ini mengharuskan PSSI mencari alternatif lainnya, salah satunya adalah menggunakan Jakarta Indonesia Stadium (JIS) di Jakarta Utara.
Namun, halangan menghadapi soal harga sewa. Menurut laman Instagram @garudatimnasindonesia, dilihat Senin (26/6/2023) harga sewa JIS ternyata lebih mahal dibanding SUGBK. Tercatat harga sewa JIS adalah sebesar Rp. 800 juta per laga, sedangkan SUGBK Rp. 500 juta per laga.
Hal ini langsung menimbulkan reaksi pro kontra publik Indonesia. Ada yang mengatakan bahwa harga sewa JIS terlalu mahal, apalagi aksesibilitas yang belum memadai.
“Yah logika nnya ngapain pula bikin stadion mengah tp akses masuk sulit kan pembodohan namannya,” komen salah satu netizen.
Di sisi lain ada yang mengatakn bahwa terkait dengan akses yang belum memadai, JIS memang dikonsepkan untuk menggunakan transportasi umum.
“Konsep jis emang mengandalkan transportasi umum, bukan pribadi, so yg dimaksud adalah seperti std santiago bernebeu, seperti itu, tetapi sekarang jis masih terus berlanjut guna memperbanyak akses ke jis, santai ajaaa, 4 bulan juga udh bakal meminimalisir kemacetan tuh,” komen netizen lainnya.
Meski demikian, publik sepak bola Indonesia tentunya berharap agar PSSI segera mendapatkan solusi atas polemik ini. (*)
Baca Juga: Mahkamah Agung Batalkan Vonis Bebas 11 Terpidana Korupsi Pembebasan Lahan Tol Padang-Pekanbaru