SUARA CIANJUR - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni sepakat evaluasi ujian untuk pembuatan Surat Izin Mengemudi.
Ahmad Sahroni berpendapat, ada beberapa bagian ujian SIM yang tidak relevan dan menjadi keresahan untuk masyarakat.
Hal tersebut ditanggapi setelah respon dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo meminta praktek ujian SIM C untuk dievaluasi.
“Saya sepakat dengan Pak Kapolri, ujian SIM ini banyak yang tidak relevan dan harus segera diubah guna sesuaikan kebutuhan,” ujar Sahroni, dikutip dari Instagram argumen_id, (28/6/2023).
Ia merasa heran dengan materi ujian yang sulit tersebut, dan lantas mempertanyakan maksud dan tujuan dari materi itu. Materi ujian seperti itu tidak menggambarkan kondisi di jalanan.
Syahroni menekankan pernyataan terkait evaluasi tersebut bukan untuk mempermudah saat ujian SIM, amun kedepannya harus banyak variabel yang nyata dari berbagai sisi mulai dari kemampuan, pemahaman, dan kesiapan berkendara.
Syahroni pun meminta Kakorlantas Polri untuk segera merumuskan kembali materi yang akan diuji dalam pembuatan SIM C ini.
Seperti salah satunya tes psikologi yang harus segera dievaluasi dan menurutnya harus lebih up to date lagi.
Diberitakan sebelumnya, Kapolri minta praktek ujian SIM C dievaluasi supaya tidak menyulitkan pemohon.
Listyo menyampaikan selain itu banyak ujian yang selalu disoroti seperti ujian zig-zag dan angka delapan yang kerap kali menjadi bagian terberat bagi pemohon, pihaknya pun menyadari setelah mendengar masukan dari masyarakat terkait ujian praktik yang dianggap tidak relevan.(*)