SUARA CIANJUR - Manfaat tanaman obat seringkali menjadi topik perbincangan di kalangan orang awam, terutama mengenai daun sirih.
Beberapa orang beranggapan bahwa daun sirih memiliki kemampuan untuk mengeringkan rahim.
Namun, pendapat ini ternyata tidak benar, seperti yang dijelaskan oleh dr. Boyke, seorang ahli seksologi dalam saluran YouTube miliknya.
Dr. Boyke dengan tegas menyatakan bahwa klaim tentang daun sirih yang dapat mengeringkan rahim hanyalah mitos semata.
Daun sirih sebenarnya memiliki berbagai macam manfaat, seperti dapat digunakan sebagai pertolongan pertama ketika terjadi mimisan atau sebagai obat panas dalam. Selain itu, air rebusan daun sirih juga memiliki kegunaan lain, yaitu sebagai pembersih vagina.
Bagi para wanita yang ingin menjaga kebersihan vagina, mereka dapat membuat air rebusan daun sirih dengan takaran 7 lembar daun.
Namun, dr. Boyke juga mengingatkan agar penggunaan air rebusan daun sirih tidak berlebihan.
"Untuk para wanita yang ingin keset, bisa membuat air daun sirih dengan takaran 7 lembar," ungkapnya.
"Namun perlu diingat juga bahwa dosisnya harus ditakar, karena vagina tetap membutuhkan kuman-kuman baik. Jangan sampai kuman-kuman baik itu mati dan tidak bisa memakan kuman-kuman jahat," lanjutnya.
Ia menekankan bahwa dosis penggunaan harus diatur dengan baik, karena vagina tetap membutuhkan kuman-kuman baik yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan mikrobiota vagina.
Jika penggunaan air daun sirih terlalu sering dan berlebihan, kuman-kuman baik tersebut dapat terganggu dan menyebabkan ketidakseimbangan mikrobiota yang berakibat pada masalah kesehatan vagina.
Dengan demikian, dr. Boyke menegaskan bahwa daun sirih tidak memiliki kemampuan untuk mengeringkan rahim, dan mitos tersebut perlu dihilangkan.
Sebagai gantinya, kita dapat mengenali dan memanfaatkan manfaat nyata dari daun sirih, seperti obat penolong dan pembersih vagina yang aman jika digunakan dengan bijaksana dan sesuai takaran yang tepat.
Penting bagi setiap orang untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai manfaat tanaman obat, sehingga dapat memanfaatkannya dengan benar dan tidak terjebak dalam mitos yang tidak berdasar.(*)