SUARA CIANJUR - Di balik kesan prestisius profesi dokter, terungkap fakta kelam tentang pendidikan kedokteran di Indonesia yang kental dengan budaya toksik bullying dan senioritas.
Para calon dokter yang tengah menempuh pendidikan seringkali diperas habis-habisan baik secara fisik, mental, maupun finansial oleh para seniornya.
Menteri Kesehatan (Menkes RI), Budi Gunadi Sadikin, secara langsung mengungkapkan fakta ini.
Ia mengaku sangat terkejut mendengar kasus calon dokter yang terpaksa patungan uang hingga ratusan juta untuk biaya sewa rumah para seniornya.
Selain itu, para calon dokter juga harus patungan untuk memenuhi kebutuhan pribadi para pelaku bullying, seperti membelikan makanan mahal, handphone, dan tablet baru.
Menkes Budi mengungkapkan bahwa tindakan perundungan di lingkungan pendidikan kedokteran telah menjadi 'tradisi' yang berlangsung selama puluhan tahun.
Tradisi ini terutama terjadi pada pendidikan dokter umum, internship, dan dokter spesialis.
Para korban perundungan seringkali merasa tidak berani melaporkan kasus yang mereka alami. (*)
Baca Juga: Komite PSSI Terbentuk, Erick Thohir Ungkap Alasan Tak Ada Nama Waketum Zainudin Amali