SUARA CIANJUR – Pelatih timnas Indonesia U23, Indra Sjafri berikan kritik tajam soal pemain yang mengikuti pendidikan kepolisian. Dirinya menyatakan sikap tidak setuju dengan kebijakan tersebut.
"Maksudnya begini, ini kan mereka mengambil sikap untuk masuk polisi sebagai antisipasi mereka buat masa depan. Saya mohon maaf, kurang setuju sebenarnya kalau pemain-pemain profesional seperti itu," ujar Indra Sjafri, dikutip dari laman Instagram @kitagaruda.ina, Selasa (8/8/2023).
Secara pribadi, Indra Sjafri menceritakan pengalaman dirinya yang melepas pekerjaan di BUMN demi konsentrasi di dunia sepak bola Indonesia.
"Saya saja berhenti dari PT Pos Indonesia. Apa lagi kurangnya industri sepak bola? Asal kita memang konsentrasi di sepak bola, benar-benar kerja keras, tidak ada keraguan sebenarnya," sambungnya.
Selanjutnya, mantan pelatih Bali United tersebut memberikan pesan bahwa untuk menjadi pemain sepak bola profesional, jangan takut dengan hal-hal lainnya.
"Saya tidak melarang mereka menentukan sikap karena itu pilihan individu. Tapi, saya sebagai orang yang bergerak di sepak bola profesional, jangan ada ketakutan untuk pemain buat benar-benar konsentrasi di sepak bola," jelasnya.
Sebelumnya, beberapa pemain muda absen bela klub profesionalnya karna harus mengikuti pendidikan kepolisian. Beberapa nama yang ikut pendidikan ini diantaranya adalah Muhammad Ferrari (Persija Jakarta), Kakang Rudianto (Persib Bandung), Ginanjar Wahyu (Arema FC) dan yang lainnya. (*)