SUARA CIANJUR - Tragedi yang mengguncang hati banyak orang terjadi ketika seorang perempuan berusia 29 tahun, yang bekerja sebagai seorang DSA (Distributor Sales Agent), ditemukan tewas dalam kondisi yang mencurigakan.
Kematian yang tragis ini diduga akibat dianiaya oleh sang pacar, yang tak lain adalah anak dari seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Terhadap kasus ini, penting untuk mencoba mengurai alasan kenapa seseorang berani aniaya pacarnya hingga tewas. Berikut penjelasannya.
1. Masalah Kontrol dan Kecemburuan yang Berlebihan
Seorang ahli psikologi, Dr. Amanda Reynolds, menjelaskan bahwa salah satu alasan utama di balik tindakan kekerasan dalam hubungan adalah masalah kontrol dan kecemburuan yang berlebihan.
Pihak yang melakukan kekerasan mungkin merasa terancam atau tidak mampu mengendalikan pasangannya. Hal ini dapat memicu rasa frustasi yang kemudian diekspresikan dalam bentuk kekerasan fisik.
2. Gangguan Mental
Menurut Dr. James Mitchell, seorang psikiater terkemuka, dalam beberapa kasus, tindakan kekerasan dalam hubungan dapat terkait dengan gangguan mental seperti gangguan kepribadian, depresi, atau bipolar. Gangguan-gangguan ini dapat memengaruhi kemampuan individu untuk mengelola emosi mereka secara sehat dan dapat memicu tindakan kekerasan.
3. Pola Perilaku yang Dipelajari
Ahli psikologi sosial, Dr. Karen Roberts, mengemukakan bahwa tindakan kekerasan dalam hubungan juga dapat menjadi hasil dari pola perilaku yang dipelajari dari lingkungan keluarga atau pengalaman masa lalu. Seseorang yang tumbuh dalam lingkungan di mana kekerasan sering terjadi mungkin lebih mungkin untuk meniru perilaku tersebut.
4. Masalah Kekuasaan dan Dominasi
Dr. Mark Johnson, seorang ahli dalam studi gender dan kekerasan, menjelaskan bahwa beberapa individu menggunakan kekerasan sebagai alat untuk mempertahankan dominasi dan kekuasaan dalam hubungan. Mereka mungkin percaya bahwa tindakan kekerasan adalah cara untuk mengontrol pasangan mereka.
5. Ketidakmampuan Mengelola Konflik
Ahli hubungan, Dr. Laura Simmons, menekankan bahwa salah satu alasan utama di balik tindakan kekerasan adalah ketidakmampuan untuk mengelola konflik dan frustrasi dengan cara yang sehat. Individu yang tidak memiliki keterampilan komunikasi yang efektif dapat dengan cepat beralih ke kekerasan sebagai cara untuk mengekspresikan perasaan mereka.
Baca Juga: Prediksi Persija Jakarta vs Barito Putera di BRI Liga 1: Preview, Skor dan Link Live Streaming
Penting untuk diingat bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan kekerasan dalam hubungan. Kejahatan ini selalu tidak dapat diterima dan ilegal. Upaya pendidikan, penegakan hukum yang tegas, serta dukungan psikologis bagi korban dan pelaku sangat penting untuk mencegah tindakan kekerasan dalam hubungan dan memberikan perlindungan bagi mereka yang terkena dampaknya.
Semua individu memiliki tanggung jawab untuk menghormati hak asasi manusia dan menjalin hubungan yang sehat dan saling menghormati. Dengan memahami alasan-alasan di balik tindakan kekerasan, kita dapat bekerja bersama-sama untuk mencegahnya dan menciptakan dunia di mana hubungan percintaan tidak lagi ditempa oleh kekerasan dan penindasan. (*)