Deli-Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengaku optimis dapat mencapai target penurunan angka stunting 14 persen. Namun, Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah menyebutkan, untuk menurunkan angka stunting dibutuhkan dukungan lintas sektoral baik dari pemerintah daerah, akademisi, hingga masyarakat.
"Menurunkan angka stunting tidak bisa hanya pemerintah daerah saja, semua stakeholder dan masyarakat harus ikut berpartisipasi. Dengan kerjasama yang baik, kita optimis penurunan angka stunting sampai 14% di tahun 2024 bisa tercapai," ujar Ijeck, sapaan Musa Rajekshah saat membuka Rapat Koordinasi Sektoral Provinsi Sumut, Medan, Rabu (15/6/2022).
Ijeck yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stuting (TPPS) Sumut menyampaikan saat ini angka stunting Sumut masih berada pada angka 25,8 persen dan harus mencapai 14 persen pada tahun 2024 sesuai dengan target nasional. Ia berharap langkah-langkah untuk percepatan penurunan stunting di Sumut dapat dijalankan berdasarkan peran masing-masing tim kordinasi atau bidang.
"Untuk semua unsur dalam TPPS dan lintas sektoral segera melaksanakan aksi nyata," sebutnya.
"Untuk penurunan angka stunting yang menjadi sasaran kegiatan adalah keluarga berisiko stunting yaitu anak remaja puteri/calon pengantin, ibu hamil, ibu pascapersalinan, anak usia 0 sampai 23 bulan, anak usia 24 sampai 59. Di mana kelompok sasaran tersebut berasal dari keluarga miskin, pendidikan orangtua rendah, sanitasi lingkungan buruk, dan air minum tidak layak," sambungnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Muhammad Irzal mengatakan, pihaknya memastikan kesiapan mitra kerja atau multi sektor untuk penanganan stunting dalam Rakor kali ini.
“Kita ajak duduk bersama menggali potensi yang ada. Saat ini Sumut peringkat 17 persentase stunting dari 34 provinsi yaitu 25,8%,” ujarnya.