Deli-Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) kembali merawat seorang pasien tanpa identitas dan keluarga. Pasien tersebut diantar warga ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), dan hingga kini masih dirawat di ruangan Rawat Inap Terpadu (Rindu) B.
Sub Koordinator Hukum, Organisasi dan Humas RSUP HAM, Rosario Dorothy Simanjuntak menyampaikan, pasien tersebut mengaku bernama Rian Putra Criananta Butar-Butar (24) berjenis kelamin laki-laki, namun tidak memiliki tanda pengenal KTP. Dia masuk dan dirawat, setelah diantar oleh warga, pada Jumat (17/6/2022) sore.
“Pasien mengalami masalah kesehatan pada bagian paru-paru, selain juga kekurangan darah. Saat ini, sudah dirawat dan mendapatkan transfusi darah,” jelasnya, Senin (20/6/2022).
Namun, sambung Rosario, hingga saat ini sampai di hari ketiga perawatannya, pasien kunjung tidak memiliki keluarga yang mendampinginya. Selain itu, pasien juga tidak memiliki jaminan kesehatan.
“Pasien tidak punya kartu identitas, tidak punya keluarga yang mendampingi, dan tidak punya jaminan kesehatan. Tapi, kami tetap melayani dan merawat pasien ini,” katanya.
Sejauh ini, Rosario mengaku, petugas RSUP HAM masih kesulitan untuk menghubungi keluarga pasien. Pasien sendiri mengaku masih memiliki ayah yang berada di Provinsi Aceh, namun tidak ada nomor kontak yang bisa dihubungi.
Selama ini, tutur dia, pasien yang berasal dari Kabanjahe dan bekerja sebagai tukang parkir dan tinggal dengan menyewa kamar di daerah Simalingkar, Medan. Oleh karena itu, tambah Rosario, manajemen RSUP HAM berharap ada pihak keluarga atau masyarakat yang mengenal pasien tersebut karena pasien sangat membutuhkan pendampingan dari keluarganya.
“Kami berharap, keluarga pasien bisa mengetahui informasi ini. Atau, jika ada masyarakat yang mengenal pasien ini, bisa memberitahukan kepada keluarganya atau memberikan informasi kepada kami. Agar pihak keluarga dapat mendampingi pasien selama menjalani perawatan sampai nanti dinyatakan sembuh,” pungkasnya.