Deli.Suara.com - Kabar duka cita datang dari Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Sabtu (20/8/2022).
Ayahanda bernama Achmad Hermanto Dardak meninggal dunia usai mobil yang ditumpanginya kecelakaan di Tol Pemalang-Batang.
Dikutip dari suarajatim.id, semasa hidup, ayah dari Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak itu banyak berkontribusi dalam bidang pembangunan infrastruktur Nasional.
Berikut profil Achmad Hermanto Dardak melansir dari berbagai sumber.
Achmad Hermanto Dardak, putra kelahiran Trenggalek, 9 Januari 1957. Anak dari pasangan KH Mochamad Dardak dan Siti Mardiyah.
Hermanto menempuh studi di Trenggalek hingga lulus dari SMA Negeri 1 Trenggalek, dan selanjutnya diterima di jurusan teknik sipil ITB. Seusai lulus Hermanto meniti karir sebagai PNS di Kementerian Pekerjaan Umum.
Karir Hermanto melesat hingga menjadi Kepala Biro KLN di usia 38 tahun, dan selanjutnya menjadi Dirjen Penataan Ruang dan berperan melahirkan UU Penataan Ruang 2007.
Hermanto kemudian diamanahi sebagai Dirjen Bina Marga dan diantaranya berperan menuntaskan pembangunan jembatan Suramadu, mengatasi banjir tol bandara Soetta dengan pembangunan jalur tol elevated.
Hermanto mencapai puncak karirnya saat diamanahi sebagai Wakil Menteri Pekerjaan Umum periode 2009-2014, dimana dalam kapasitas tersebut Hermanto berperan menginisiasi berbagai rintisan infrastruktur strategis seperti bendungan, jalan tol trans Sumatra melalui konsep penugasan (Hermanto menjabat komisaris utama Hutama Karya periode 2007-2014).
Pasca menjabat Wakil Menteri, Hermanto mendapat tugas khusus untuk merintis pendirian Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) dibawah Kementerian PUPR.
Prestasi Hermanto yang merupakan lulusan doktor dari University of New South Wales Australia telah mendapat pengakuan internasional.
Hermanto menjadi orang Indonesia pertama yang memperoleh penghargaan bergengsi Professional of the Year dari International Road Federation.
Hermanto Dardak juga menjadi ketua organisasi permukiman internasional EAROPH, dan memimpin REAAA (Road Engineering Association for Asia and Australiasia).
Di dunia keinsinyuran, Hermanto mendapat amanah memimpin sebagai Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia periode 2015-2018, dan turut membidani lahirnya UU Keinsinyuran dan pembangunan menara Persatuan Insinyur Indonesia (PII).
Atas segala pengabdiannya untuk profesi dan pemerintahan, Hermanto memperoleh penghargaan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, pada tahun 2014.