Deli.Suara.com - Sebuah video yang menunjukkan seorang mahasiswa yang sedang demo mengeluarkan kata-kata kotor kepada Presiden Jokowi viral di media sosial (Medsos), Jumat (2/9/2022) kemarin.
Usai video tersebar, polisi bergerak cepat melakukan penindakan dengan mengamankan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang diketahui bernama Yusuf Pasau tersebut, Sabtu (3/9/2022).
Kapolda Gorontalo, Irjen Helmy Santika menyampaikan bahwa yang bersangkutan diamankan diamankan untuk dimintai keterangan.
Ia menyampaikan tindakan mengamankan Yusuf Pasau didukung oleh pihak kampus, selain itu Badan Eksekutif Mahasiswa dan rekannya mendampingi saat Yusuf diperiksa di Polda Gorontalo.
"Pemeriksaan yang dilakukan oleh Polda Gorontalo juga mencegah dan mengamankan Yusuf dari kemungkinan terjadi persekusi verbal," ujar Irjen Helmy seperti dilansir dari suara.com, Minggu (4/9/2022).
Ia menjelaskan dari pemeriksaan sementara, mahasiswa tersebut menyampaikan kata-kata kotor kepada Jokowi hanya spontanitas.
"Keterangan yang bersangkutan bahwa ia menyampaikan kata-kata itu secara spontan," ungkap Kapolda.
Meski begitu, masih Kapolda mengatakan, hal itu sudah ditangani oleh pihak kepolisian untuk proses ke depan akan dilihat lebih lanjut. Status mahasiswa tersebut juga masih saksi.
"Kami pun di sini di Polda Gorontalo tidak ingin menghambat cita-cita dari yang bersangkutan dan merusak masa depannya," ujarnya.
Baca Juga: Dongeng Karo: Cerita Asal Mula Danau Lau Kawar
Secara bijak Irjen Helmy mengatakan pola pendekatan yang dilakukan adalah soft approach, diberi nasehat bahwa unjuk rasa dan menyampaikan pendapat di muka umum boleh dilakukan.
"Tapi tetap harus mentaati norma dan etika kesopanan," pungkasnya.
Sebelumnya, mahasiswa di Gorontalo menggelar demonstrasi pada Jumat (2/9/2022) kemarin. Beredar kabar para mahasiswa itu menggelar unjuk rasa untuk menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Tampak sekelompok besar massa aksi dengan jas almamater berwarna merah berkumpul mengelilingi mobil komando. Dua orang mahasiswa berdiri di sana, dengan salah satunya terdengar menyampaikan orasi di hadapan para massa.
"Sepakat lawan? Sepakat! Hanya ada satu kata... Lawan! Sepakat satu kata... Lawan!" ucapnya berkali-kali, yang tentu saja diikuti oleh rekan-rekan massanya tersebut.
Hingga kemudian ia menyambung orasinya dengan umpatan terhadap presiden. "Presiden Republik Indonesia kon***!" ucapnya lantang.