deli

Fluktuasi Harga Pangan di Sumut Masih Condong ke Deflasi

Deli Suara.Com
Jum'at, 16 September 2022 | 16:39 WIB
Fluktuasi Harga Pangan di Sumut Masih Condong ke Deflasi
Ilustrasi sembako (Foto: Istimewa)

Deli.Suara.com – Setelah dua minggu harga BBM dinaikkan, sejumlah harga kebutuhan pokok di wilayah Sumatera Utara berfluktuasi, dengan kecenderungan membentuk tren deflasi (turun). 

Jika dibandingkan dengan harga kebutuhan pokok sehari sebelum harga BBM dinaikkan, dengan harga pangan di akhir pekan ini (poin to poin), maka pada dasarnya semua berfluktuasi.

Hal ini diungkapkan oleh Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, Jumat (16/9/2022). 

Gunawan Benjamin mengatakan, mengacu pada data PIHPS, harga beras di Sumut ada yang turun sebesar 0,4% dan ada yang naik hingga 3%. 

Dan untuk harga di Kota Medan sebagai kota dengan kontribusi inflasi terbesar di Sumut, harga beras turun dalam rentang 0,4% hingga 0,9% untuk beras kualitas bawah stabil. 

Untuk harga daging ayam di Sumut mengalami kenaikan 5,2% sementara di Medan harganya naik 7,5%. 

“Untuk bawang merah mengalami kenaikan 10% di wilayah Sumut, dan di Kota Medan harga bawang merah mengalami kenaikan yang cukup tajam 20%. Dan terakhir yang mengalami kenaikan adalah cabai rawit hijau yang meroket 24% di Sumut dan sekitar 45% di Kota Medan,” paparnya.

Gunawan Benjamin memaparkan, sementara telur ayam rata-rata di Sumatera Utara naik sebesar 1,3% di Kota Medan harganya stabil. Untuk harga bawang putih di Sumut naik 1,9%, namun di Medan harganya mengalami penurunan 0,9%. 

Sedangkan minyak goreng curah naik 1,8% dan kemasan mengalami penurunan dalam rentang 2% hingga 3%, sementara di Kota Medan harga minyak goreng turun dalam rentang 0,3% hingga 2,3%.

Baca Juga: Uang Suap dan Gratifikasi Korupsi Proyek RSUD Pasaman Barat Sumbar Dikembalikan Tersangka

Harga daging sapi di Sumut mengalami kenaikan dalam rentang 1,7% hingga 7%, sedangkan di Kota Medan harganya turun dalam rentang 1,1% hingga 1,2%. 

Sementara untuk gula pasir harganya di Sumut cenderung naik 1% sementara di Kota Medan naik sekitar 0,3%. 

Sedangkan untuk komoditas yang kerap menjadi pemicu kenaikan inflasi yang cukup signifikan yaitu cabe merah mengalami penurunan cukup tajam. 

“Cabe merah di Sumut anjlok 36%, sementara di Kota Medan harga cabe merahnya turun dalam, sekitar 44%,” katanya.

Dari beberapa komoditas yang berfluktuasi tersebut, dengan merujuk dua pekan sebelum tutup bulan September, sejumlah harga ada yang masih berpeluang turun, dan sebagian berfluktuasi dalam ruang yang terbatas. 

Harga cabe rawit, cabe merah dan minyak goreng masih berpeluang untuk mengalami penurunan. Cabe merah dan cabe rawit bahkan masih berpeluang turun dalam karena masih jauh dari harga keekonomiannya di kisaran Rp25 ribu hingga Rp33 ribu per Kg. sejauh ini harga cabe merah berada di kisaran Rp49 hingga Rp59 ribu per Kg dan cabe rawit di kisaran Rp51 hingga Rp57 ribu per Kg.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI