Deli.Suara.com - Ketua IPW Teguh Santoso turut membeberkan terbukanya kotak pandora yang mengungkap kerajaan judi 303 yang melibatkan oknum polisi, terkait dengan kasus kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir Yosua.
Diketahui, mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo menjadi tersangka utama pembunuhan yang merenggut nyawa Brigadir J di rumah dinasnya.
Kasus ini bukan hanya memunculkan pembunuhan sadis Ferdy Sambo terhadap Brigadir J, bak kotak Pandora yang terbuka, kasus ini turut mengungkap tindak tanduk Sambo sebagai polisi yang disebut-sebut memiliki kerajaan bisnis haram dengan gelimang uang fantastis.
Teguh menyampaikan yang membuka kotak pandora ini adalah polisi sendiri yang tidak mau, institusi kian tercemar akibat adanya praktik perjudian dan bisnis gelap lainnya.
"Kasus matinya Brigadir Yosua di tangan Ferdy Sambo membuka kotak pandora. Siapa yang membuka? Polisi sendiri, dari dalam..." cuit Aiman Witjaksono di Twitter menerangkan penjelasan Ketua IPW.
Teguh juga memaparkan laporan keuangan Konsorsium 303 yang mengalir masuk ke oknum polisi. Uang ini diduga diberikan sebagai upeti agar bisnis haram judi berjalan aman dan lancar.
Teguh menyampaikan uang aliran Konsorsium 303 yang nilainya fantastis ini digunakan untuk bermacam-macam, mulai dari cerutu, minuman hingga lainnya.
Lebih lanjut, Aiman juga mencuit bahwa Ketua IPW meminta pihak kepolisian agar mengusut tuntas Konsorsium 303 ini.
“Data valid atau tidak, kebenarannya itu harus didalami oleh Polri. Kalau mereka serius, mereka pasti punya catatan adanya tim yang ke luar negeri,” jawab Sugeng.
Baca Juga: Program Prakerja Gelombang 46 Bakal Segera Buka, Siapkan Syarat Ini Agar Mudah Lolos
Heboh Konsorsium Judi Kaisar Sambo
Konsorsium Judi Kaisar Sambo ini awalnya muncul di pertengahan bulan Agustus 2022, tak lama kasus pembunuhan berencana terhada Brigadir J terungkap.
Diagram terkait skema Konsorsium 303 yang melibatkan Ferdy Sambo, dengan julukan Kaisar Sambo ini beredar di media sosial. Nama-nama lain yang tercantum juga ikut tersorot dalam grafik Konsorsium 303 itu.
Rumor tentang Konsorsium 303 itu kemudian menjadi topik perbincangan hangat di berbagai lini publik. Isu tersebut muncul sebagai buntut panjang kasus pembunuhan Brigadir J yang juga melibatkan Ferdy Sambo.
Isu dari skema Konsorsium 303 itu meliputi perjudian, minuman keras, penyeludupan suku cadang palsu, solar subsidi, tambang ilegal, hingga solar prostitusi.