Minuman dengan Pemanis Berpotensi Kena Cukai, Gara-Gara Kasus Es Teh?

Deli Suara.Com
Rabu, 28 September 2022 | 16:19 WIB
Minuman dengan Pemanis Berpotensi Kena Cukai, Gara-Gara Kasus Es Teh?
Produk Es Teh Indonesia. (Foto: Istimewa)

Deli.Suara.com – Kemungkinan besar, dalam waktu dekat minuman dengan pemanis buatan akan diberlakukan cukai. Hal ini dipastikan setelah Pemerintah dan Banggar DPR RI sepakat untuk memasukkan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) dan plastik masuk RAPBN 2023. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut kesepakatan itu memperlihatkan bahwa DPR RI mendukung pemerintah untuk perluasan barang kena cukai.

“Artinya, DPR memberikan persetujuan untuk perluasan barang kena cukai. Namun sama, dalam memutuskan berbagai hal, kita akan melihat momentum pemulihan ekonomi, terutama untuk rumah tangga,” tutur Sri Mulyani, Rabu (28/9/2022).

Sri Mulyani menuturkan, upaya perluasan barang kena cukai akan terus didalami guna menemukan instrumen kebijakan terbaik.

Menurutnya, pemerintah juga memperhatikan faktor kesehatan dan lingkungan karena minuman berpemanis dan plastik diketahui berdampak buruk pada kesehatan serta mencemari lingkungan.

Sebagai informasi, pada tahun 2023 nanti, penerimaan negara dari cukai ditargetkan mencapai Rp345,4 triliun. Salah satu upaya menggapai target ini, menurut draft RUU APBN 2023 yaitu dengan menambah cukai barang kena cukai.

“Minuman berpemanis dan plastik itu kan dianggap memiliki aspek negatif dan berbahaya. Tapi di sisi lain, kami juga akan melihat dampaknya terhadap perekonomian secara keseluruhan, dan juga masalah lingkungan. Jadi kami akan mencari keseimbangan,” tandas Sri Mulyani.

Walau begitu, untuk keputusan final masih mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat. 

Sebelumnya, Es Teh Indonesia mencuri perhatian di media sosial usai melayangkan somasi kepada salah satu konsumen yang menyampaikan protesnya terkait kandungan gula.

Baca Juga: Sinopsis Gods of Egypt Tayang di Bioskop TransTV Malam ini, 28 September 2022

Pihak Es Teh Indonesia beralasan, somasi itu disampaikan karena bahasa yang disampaikan konsumen itu cukup kasar.

Dalam keterangan resminya, Es Teh Indonesia mengaku selalu terbuka terhadap kritik dan saran dari konsumen. Namun, Es Teh Indonesia merasa keberatan dengan kicauan tersebut karena pernyataan atas rasa manis pada produk bersifat subjektif.

“Kurang pantas menyatakan bahwa produk Chizu Red Velvet seperti gula seberat 3 kg. Kami menganggap pernyataan tersebut dapat menyebabkan pemberian informasi keliru dan/atau menyesatkan kepada konsumen/publik,” tulis pihak Es Teh Indonesia dalam keterangan pers nya.

Pasalnya, Gandhi dalam cuitannya juga turut menyebut kata-kata kasar yang merujuk pada hewan dan diklaim ditujukan kepada Es Teh Indonesia dan perusahaan merasa rugi.

“Dengan ini kami memperingatkan dan menegur dengan keras saudara untuk segera melakukan penghapusan dan klarifikasi pernyataan pada akun Twitter pribadi saudara paling lambat 2 x 24 jam sejak tanggal surat ini,” tulis somasi tersebut.

Sumber: Suara.com 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI