Deli.suara.com - Blibli.com milik Grup Djarum masih mempersiapkan diri untuk melantai di bursa saham. Perusahaan e-commrce itu dikabarkan sudah mulai mengukur permintaan investor untuk IPO di Jakarta. Yakni, melalui edukasi investor yang akan berlangsung hingga 7 Oktober.
Blibli mendaftar untuk listing, tetapi mungkin ada pertimbangan sehingga terhambat. Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal OJK Inarno Djajadi dalam konferensi pers virtual, Senin (3 Oktober 2022).
"Blibli sudah melakukan pendaftaran cukup lama, tapi melihat waktu dan kondisi waktu itu ditunda untuk IPO. Namun beberapa waktu yang lalu memasukkan kembali," kata Inarno
Dilansir dari Kontan, Blibli hendak menggalang dana sebesar US$ 500 juta. Rencananya IPO ini paling cepat dilangsungkan pada Juni atau Juli tahun ini.
Namun, Inarno menyebut untuk besaran dana yang bakal dihimpun atau pun menetapkan harga IPO belum bisa ketahui. Keduanya baru akan diketahui harus menunggu bookbuilding.
"Untuk besarannya itu menunggu bookbuilding, jadi kita enggak bisa menentukan harga dan besarannya," tandas Inarno.
Langkah Blibli, ini bakal mengikuti jejak perusahaan sejawat yakni PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang telah lebih dahulu mencatatkannya sahamnya di bursa efek.
Perusahaan lainnya yang juga digadang-gadang akan melantai pada tahun ini adalah anak usaha dari PT Pertamina (Persero), yakni Pertamina Geothermal Energy (PGE). Selain PGE Kementerian BUMN sebelumnya memang menyebut beberapa nama BUMN yang akan disiapkan untuk IPO, yakni PT Pupuk Kaltim, PT Inalum Operating, PT ASDP Indonesia Ferry, hingga Palm Co. [VAB]