Kerap Disebut Menyusul Bangkrutnya FTX, Apa Itu Crypto Winter?

Deli

Minggu, 13 November 2022 | 12:18 WIB
Kerap Disebut Menyusul Bangkrutnya FTX, Apa Itu Crypto Winter?
crypto winter zipmex. (zipmex.)

Deli.suara.com - Crypto winter alias musim dingin kripto semakin menusuk pasca bursa kripto FTX menyatakan diri bangkrut, setelah krisis likuiditas.

Fenomena Crypto Winter ditengarai dapat berdampak buruk bagi ekosistem industri mata uang kripto. Lantas, apa itu Crypto Winter?

Apa itu Crypto Winter? 

Mengutip Kompas, Crypto Winter adalah penyebutan untuk fenomena jatuhnya harga atau nilai mata uang kripto di pasar secara drastis dan berkepanjangan. 

Perlu diketahui, beberapa mata uang kripto yang cukup dominan di pasar, kini harganya tengah anjlok. Misalnya, seperti harga pada Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). 

Mengutip Zipmex, contohnya saja pada bulan Juni 2021 lalu, lima aset kripto terkemuka di dunia nyaris mengalami penurunan dalam waktu seminggu. Akibatnya, sejumlah trader berspekulasi bahwa akan terjadi musim dingin bagi aset kripto, alias crypto winter.

Dikutip dari CNBC Indonesia, musim dingin bagi aset kripto dapat terjadi apabila nilainya masuk ke level 20 ribu dolar AS. Sementara berdasarkan grafik harga Bitcoin di situs CoinMarketCap, pada 30 Juni 2021, nilai Bitcoin berada di nilai 35 ribu dolar AS. 

Fenomena merosotnya nilai mata uang kripto ini bukanlah yang pertama kali terjadi di pasar. Istilah Crypto Winter sendiri sudah dipakai sejak awal 2018, untuk menandai merosotnya nilai Bitcoin di pasar lebih dari 80 persen. 

Pada 2017, Bitcoin pernah mencapai level harga tertingginya di angka hampir 19.500 dollar AS (Rp 289 juta bila menggunakan kurs saat ini). 

baca juga

Memasuki 2018, harga bitcoin anjlok jadi sekitar 3.300 dollar AS (Rp 48 juta). Crypto Winter di masa itu berlangsung mulai Januari 2018 hingga Desember 2020. 

Setelah itu, harga mata uang kripto berangsur pulih. Puncaknya di November 2021, harga 1 koin Bitcoin sempat berada di level 68.990 dollar AS (Rp 1 miliar). 

Namun, menguatnya nilai mata uang kripto itu tak berlangsung lama. Nilai beberapa mata uang kripto, termasuk Bitcoin dan Ethereum, terus mengalami kemerosotan hingga 70 persen, sejak tujuh bulan terakhir dari November 2021. 

Fenomena merosotnya nilai mata uang kripto selama berbulan-bulan itulah yang kemudian diindikasikan pula sebagai Crypto Winters, mirip seperti yang terjadi pada tahun 2018. 

Dikutip dari laman Forbes, Crypto Winter umumnya diakibatkan ketika terdapat aksi penjualan besar-besaran mata uang kripto dari harga tertinggi. 

Berapa lama crypto winter umumnya terjadi? 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Robert Kiyosaki Tetap Beli BTC Meski Terus Melorot, Ini Alasannya

Robert Kiyosaki Tetap Beli BTC Meski Terus Melorot, Ini Alasannya

Deli | Minggu, 13 November 2022 | 11:35 WIB

Danny Pomanto Sebut Kemenangan Kotak Kosong Pilkada Makassar Fenomena Suara Rakyat di Indonesia

Danny Pomanto Sebut Kemenangan Kotak Kosong Pilkada Makassar Fenomena Suara Rakyat di Indonesia

Sulsel | Sabtu, 12 November 2022 | 19:53 WIB

Pasca Keruntuhan FTX, Pakar: Industri Kripto Akan Alami Krisis Lebih Lama

Pasca Keruntuhan FTX, Pakar: Industri Kripto Akan Alami Krisis Lebih Lama

Deli | Sabtu, 12 November 2022 | 08:22 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×