"Tega Amat Jokowi", Ekspor Pasir Laut Bahayakan Rakyat Padahal Untung Tak Besar

Deli

Selasa, 20 Juni 2023 | 17:49 WIB
"Tega Amat Jokowi", Ekspor Pasir Laut Bahayakan Rakyat Padahal Untung Tak Besar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi ((Instagram/@jokowi))

Wacana ekspor pasir laut yang akan dilakukan pemerintah Indonesia memicu kontroversi. Apalagi, Presiden Jokowi Widodo atau Jokowi sudah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut.

PP yang diterbitkan pada 15 Mei 2023 itu berisi tentang perencanaan, pemanfaatan, pengendalian hingga pengawasan terhadap sedimentasi di laut. Namun, wacana ekspor pasir laut itu mendapatkan kritik tajam dari sejumlah ahli karena dinilai membahayakan lingkungan.

Salah satu kritikan datang dari pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi. Ia menjelaskan bahwa kebijakan ekspor pasir laut justru akan membawa kerugian ekologi, sehingga keuntungan yang didapat tidak akan sebanding dengan kerugiannya. 

“(Berdasarkan) perhitungan mikroekonomi, cost and benefit, (ekspor) pasir laut kalau ditanya apakah itu buntung atau untung, menurut saya pasti buntung,” kata Fahmy dalam akun YouTube PSLH UGM Official, Selasa (20/6/2023).

Fahmy menyoroti pernyataan pemerintah yang menyebut ekspor pasir laut hanya akan dilakukan pada pengerukan sedimentasi. Pemerintah juga berusaha menjelaskan bahwa pengerukan yang akan dilakukan tidak membahayakan lingkungan.

Namun Fahmi menilai, nanti dalam praktiknya, pemerintah juga akan mengeruk pasir yang bukan sedimentasi. Ini karena menurutnya, sedimentasi laut tidak memiliki daya jual yang tinggi.

“Berapa kali pemerintah, apakah itu Menteri KKP, atau (Menko Marves_ Luhut Binsar Pandjaitan, atau juga yang lain, selalu mengatakan bahwa pengambilan itu tidak membahayakan lingkungan. Alasannya adalah yang diambil hanya sedimentasi," ucap Fahmy.

"Sedimentasi itu yang saya tahu, itu kan memang harus diambil karena akan menyebabkan pendangkalan terhadap laut. Tapi sebagian besar sedimentasi itu berupa lumpur dan air, ini enggak bisa dijual,” sambungnya.

Tak sampai di situ, Fahmy juga turut memaparkan pernyataan Kementerian Keuangan terkait ekspor pasir laut. Menurut klaim Kemenkeu, ekspor pasir laut sendiri tidak akan menghasilkan keuntungan yang besar, baik dari sektor pajak maupun royalti.

baca juga

“Kembali dalam perhitungan ekonomis, penghasilan yang diperoleh dari pasir laut itu sebenarnya tidak terlalu besar. Kementerian Keuangan sudah mengatakan melalui Ketua Badan Fiskal dari Kementerian Keuangan, bahwa penghasilan itu rendah, apakah itu dari royalti atau dari pajak,” papar Fahmy.

Artinya jika ingin mendapat keuntungan besar dari ekspor pasir laut, maka pengerukan pasir laut harus dilakukan dalam skala besar. Hal itu tentu akan memicu banyaknya perusahaan yang diberi izin untuk ugal-ugalan mengeruk pasir.

“Yang dijual kan berupa pasir, bukan produk industri besar. Maka saya perkirakan per meter kubik itu enggak tinggi-tinggi amat," jelas Fahmy. 

Kalau benar, maka untuk profit itu kan price per unit dikali quantity. Kalau price per unit rendah, untuk memperoleh profit, maka kuantitasnya yang harus diperbesar. Maka kemudian dia akan mengeruk secara ugal-ugalan,” lanjutnya.

Situasi itu, lanjut Fahmy, diyakini bakal memicu kerusakan lingkungan. Di antaranya daratan pulau mengalami abrasi, ekologi laut tercemar, nelayan merugi. 

Sejumlah ancaman yang membahayakan rakyat Indonesia itu pun membuat Fahmi terheran-heran. Ia mempertanyakan mengapa Jokowi tega melakukan hal tersebut, atau mengeluarkan kebijakan izin ekspor pasir laut.

“Jangan sampai izin ekspor (pasir laut) menyebabkan pulau-pulau kita tenggelam, rakyatnya berbahaya, nelayan enggak bisa melaut. Ini kan berarti memiskinkan mereka, tega amat Jokowi melakukan itu. Itu yang saya heran,” pungkas Fahmy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SBY Mimpi Bertemu Presiden ke-8, Naik Kereta Bersama Jokowi dan Megawati

SBY Mimpi Bertemu Presiden ke-8, Naik Kereta Bersama Jokowi dan Megawati

Your Say | Selasa, 20 Juni 2023 | 17:34 WIB

Usai Rafathar Dibully, Kini Giliran Jan Ethes Dikritik Jadi Pendamping Kiper Argentina

Usai Rafathar Dibully, Kini Giliran Jan Ethes Dikritik Jadi Pendamping Kiper Argentina

Your Say | Selasa, 20 Juni 2023 | 16:34 WIB

Makin Mesra dengan Prabowo, Masinton Pastikan Jokowi 100 Persen Dukung Ganjar: Kami Samina Wa Wathona Keputusan Partai

Makin Mesra dengan Prabowo, Masinton Pastikan Jokowi 100 Persen Dukung Ganjar: Kami Samina Wa Wathona Keputusan Partai

News | Selasa, 20 Juni 2023 | 16:21 WIB

CEK FAKTA: Lionel Messi Beri Jokowi Jersey, Minta Maaf Sudah Bikin Gaduh, Benarkah?

CEK FAKTA: Lionel Messi Beri Jokowi Jersey, Minta Maaf Sudah Bikin Gaduh, Benarkah?

Deli | Selasa, 20 Juni 2023 | 15:31 WIB

Mengukur Kemiripan Jokowi dan Soeharto, Dua Presiden RI Paling Disukai Menurut LSI

Mengukur Kemiripan Jokowi dan Soeharto, Dua Presiden RI Paling Disukai Menurut LSI

News | Selasa, 20 Juni 2023 | 15:16 WIB

Mimpi SBY Jalan Bareng Jokowi dan Megawati 'Terbentur' Keterbatasan Moda Transportasi ke Pacitan

Mimpi SBY Jalan Bareng Jokowi dan Megawati 'Terbentur' Keterbatasan Moda Transportasi ke Pacitan

Bisnis | Selasa, 20 Juni 2023 | 15:04 WIB

Terkini

5 Cara Reapply Tinted Sunscreen di Tengah Hari Tanpa Merusak Makeup

5 Cara Reapply Tinted Sunscreen di Tengah Hari Tanpa Merusak Makeup

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:02 WIB

WFH dan PJJ Jakarta Dikaitkan Antisipasi Demo, Pramono: Arahan Pemerintah Pusat

WFH dan PJJ Jakarta Dikaitkan Antisipasi Demo, Pramono: Arahan Pemerintah Pusat

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:00 WIB

5 Pilihan HP 5G RAM 12 GB Mulai Rp2,9 Juta, Solusi Multitasking Lancar Jaya

5 Pilihan HP 5G RAM 12 GB Mulai Rp2,9 Juta, Solusi Multitasking Lancar Jaya

Tekno | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:59 WIB

Butuh Waktu Lebih Lama, DPR Patok RUU Perampasan Aset Rampung Paling Lambat Akhir 2026

Butuh Waktu Lebih Lama, DPR Patok RUU Perampasan Aset Rampung Paling Lambat Akhir 2026

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:52 WIB

Bukan Sekadar Pintu Gerbang! Ambisi Gubernur Lampung Ubah Bahan Mentah Jadi Emas Ekonomi

Bukan Sekadar Pintu Gerbang! Ambisi Gubernur Lampung Ubah Bahan Mentah Jadi Emas Ekonomi

Lampung | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:48 WIB

Review The X-Files: I Want to Believe Vrach Frankenshteyn, Terlalu Sinting!

Review The X-Files: I Want to Believe Vrach Frankenshteyn, Terlalu Sinting!

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:44 WIB

Pesaing Yamaha MT-15 Harga Semurah Scoopy, Begini Spesifikasi Bajaj Pulsar N160

Pesaing Yamaha MT-15 Harga Semurah Scoopy, Begini Spesifikasi Bajaj Pulsar N160

Otomotif | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:39 WIB

Toyota Calya Terjun ke Telaga Sarangan Pagi Buta, Begini Nasib Sopirnya

Toyota Calya Terjun ke Telaga Sarangan Pagi Buta, Begini Nasib Sopirnya

Jatim | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:39 WIB

Akan Ada Demo Mahasiswa Besar-besaran di Bundaran HI, 8.242 Personel Gabungan Dikerahkan

Akan Ada Demo Mahasiswa Besar-besaran di Bundaran HI, 8.242 Personel Gabungan Dikerahkan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:38 WIB

LOSC Lille: Calvin Verdonk Pemain Indonesia Pertama di Liga Champions

LOSC Lille: Calvin Verdonk Pemain Indonesia Pertama di Liga Champions

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:38 WIB

×