Mengenal Penyakit Antraks, Penyebab, Gejala dan Cara Mengobatinya

Deli

Jum'at, 07 Juli 2023 | 12:32 WIB
Mengenal Penyakit Antraks, Penyebab, Gejala dan Cara Mengobatinya
Ilustrasi sapi (Pixabay/Mufid Majnun) (Pixabay/Mufid Majnun)

Penyakit Antraks tengah heboh dan jadi perbincangan lantaran mewabah di Gunungkidul, Yogyakarta, sejak Idul Adha 2023 kemarin.

Wabah antraks ini bahkan sudah menyerang manusia sehingga membuat masyarakat semakin waspada. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty mengungkapkan awalnya mendapat laporan dari RSUP dr Sardjito terkait adanya pasien laki-laki berusia 73 tahun yang terpapar antraks pada 2 Juni 2023 lalu.

Pasien warga Pedukuhan Jati, Kelurahan Candirejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul itu lalu meninggal pada 4 Juni 2023.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul mengatakan korban sempat mengkonsumsi daging sapi yang mati karena sakit pada Mei lalu. 

Hingga saat ini, pihak terkait tengah melakukan berbagai penelitian dan tindakan untuk mencegah antraks semakin mewabah dan menimbulkan korban baru.

Sebenarnya apa itu penyakit antraks?

Antraks merupakan penyakit bakterial bersifat menular akut pada manusia dan hewan yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. 

Anthrax adalah penyakit langka namun serius yang disebabkan oleh bakteri pembentuk spora, Bacillus anthracis. Anthrax terutama menyerang hewan ternak dan hewan liar. 

Ternak, baik itu sapi maupun kambing dapat terinfeksi penyakit Antraks apabila memakan pakan atau minum air yang terkontaminasi spora tersebut atau jika spora mengenai bagian tubuh yang luka. 

baca juga

Penularan antraks dari hewan ke hewan juga cukup cepat. Hewan yang terinfeksi antraks bisa menularkan ke hewan lain melalui cairan yang keluar dari tubuhnya.

Itulah mengapa, saat ada satu hewan yang sudah terkena antraks, maka hewan tersebut harus segera dijauhkan dari hewan yang lain.

Bukan hanya hewan, manusia dapat terinfeksi melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan hewan yang sakit. Salah satu yang bisa membuat penyakit antraks menyerang manusia adalah ketika seseorang mengonsumsi daging hewan yang terinfeksi antraks.

Itulah mengapa pihak terkait akan menggunakan APD lengkap ketika memeriksa hewan peliharaan yang terkena antraks.

Biasanya bakteri antraks masuk ke dalam tubuh melalui luka di kulit. Manusia juga dapat terinfeksi dengan memakan daging yang terkontaminasi atau menghirup spora.

Gejala Antraks pada manusia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Belasan Hewan Ternak Mati, Pemda DIY Pastikan Daging Aman dari Antraks

Belasan Hewan Ternak Mati, Pemda DIY Pastikan Daging Aman dari Antraks

Jogja | Jum'at, 07 Juli 2023 | 11:30 WIB

Geger! Penyakit Antraks Tulari Manusia, Apa Fungsi Pengawasan Kementan?

Geger! Penyakit Antraks Tulari Manusia, Apa Fungsi Pengawasan Kementan?

Bisnis | Jum'at, 07 Juli 2023 | 10:39 WIB

Terkini

Warteg dalam Perspektif Gender: Tempat Makan yang Tak Ramah Perempuan

Warteg dalam Perspektif Gender: Tempat Makan yang Tak Ramah Perempuan

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Ditolak Warga, Menteri Lingkungan Hidup: Bangunan Pabrik Sampah PSEL Mirip Mal

Ditolak Warga, Menteri Lingkungan Hidup: Bangunan Pabrik Sampah PSEL Mirip Mal

Sulsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:59 WIB

4 Rekomendasi Moisturizer Panthenol untuk Perbaiki Skin Barrier, Mulai Rp30 Ribuan

4 Rekomendasi Moisturizer Panthenol untuk Perbaiki Skin Barrier, Mulai Rp30 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:55 WIB

Penampakan Mobil yang Dipakai Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Saat Ditangkap KPK

Penampakan Mobil yang Dipakai Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Saat Ditangkap KPK

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:55 WIB

Ribuan Dolar Singapura Disita KPK dari Ruang Kepala Imigrasi Jaksel Winarko

Ribuan Dolar Singapura Disita KPK dari Ruang Kepala Imigrasi Jaksel Winarko

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:55 WIB

Sumber Kekayaan Asila Maisa, Bantah Beli Barang Mewah Pakai Uang Ayah yang Jadi Wabup

Sumber Kekayaan Asila Maisa, Bantah Beli Barang Mewah Pakai Uang Ayah yang Jadi Wabup

Entertainment | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Oppo Reno16 F 5G Eco Pack Pecahkan Batas Smartphone AI, Satukan ChatGPT, Gemini, dan Perplexity

Oppo Reno16 F 5G Eco Pack Pecahkan Batas Smartphone AI, Satukan ChatGPT, Gemini, dan Perplexity

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Ulasan The Law Cafe: Mengurai Makna Keadilan di Luar Ruang Sidang

Ulasan The Law Cafe: Mengurai Makna Keadilan di Luar Ruang Sidang

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Melepaskan Diri dari Standar Kecantikan Toksik: Literasi Digital untuk Lawan Body Dysmorphia

Melepaskan Diri dari Standar Kecantikan Toksik: Literasi Digital untuk Lawan Body Dysmorphia

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:45 WIB

SETARA Institute Desak Prabowo Alihkan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke KPK

SETARA Institute Desak Prabowo Alihkan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke KPK

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:42 WIB

×