Polemik renovasi Jakarta International Stadium (JIS) masih menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Beberapa tokoh ahli bahkan saling berlomba menyatakan pendapat akan kelayakan JIS sebagai tempat laga Piala Dunia U-17 mendatang.
Pendiri Jakmania Ferry Indrasjarief ikut memberikan pandangannya mengenai perlu tidaknya JIS mendapat renovasi berdasarkan pengalamannya bersama Jakmania saat menghadiri pertandingan Persija.
"Itu hanya ramp barat yang dibuka anggota kita datang ke sana penuhnya, crowded-nya itu luar biasa," ucap Ferry melalui wawancara di Indonesia Lawyers Club, Kamis (6/7).
Ferry mengatakan, pada saat itu yang dipikirkan hanya kepentingan keselamatan dan kenyamanan Jakmania. Setelah mengalami hal tersebut, ia mengaku tidak ingin main atau menyaksikan pertandingan di JIS lagi.
"Kan saya memikirkan kepentingan keselamatan dan kenyamanan anak-anak Jakmania ketika saya melihat seperti ini wah saya nggak berani untuk main lagi di sini," katanya.
Pada kesempatan itu, Ferry juga menampilkan rekaman video saat hari di mana dirinya hadir pada situasi sebelum pertandingan Persija di luar JIS. Rekaman tersebut ia ambil dari atas mobil pemadam.
"Ini saya ada di atas mobil pemadam, baru aja bus Persija lewat di situ tapi susahnya minta ampun lewat, karena Jakmania yang masuk lewat ramp barat itu penuhnya nggak ketulungan" jelasnya.
Ia juga menambahkan, alasan merekam kejadian agar segera ada perbaikan untuk kepentingan kenyamanan Jakmania itu sendiri.
"Saya terus terang melihat itu saya sekali lagi hanya punya kepentingan bagaimana anak-anak Jakmania bisa masuk ke sana nyaman dan aman, itu satu mengenai akses masuknya," katanya.
Hal lain yang menjadi perhatiannya yakni mengenai lahan parkir JIS. Ferry tidak mempermasalahkan bahwa lahan parkir JIS yang memang dibangun bukan untuk menampung kendaraan pribadi.
"Kedua, mungkin mengenai transportasi kan lahan parkir yah karena dibilang bahwa JIS itu memang didesain untuk orang-orang yang memang bukan bawa kendaraan pribadi ke sana, ya kita setuju aja kalau memang aturannya seperti itu," imbuhnya.
Baca Juga: Kondisi Terkini Rumput JIS: Ada Tanaman yang Tak Seharusnya Tumbuh di Lapangan
Tetapi masalahnya, kata dia, bahwa jika menggunakan JIS saat ini lalu transportasi jenis apa yang akan membawa ke sana.
"Tapi masalahnya transportasi mana yang disediakan kalau kita pakai JIS saat ini. Karena kan sampai saat ini baru ada busway dan menurut saya busway itu harusnya ketika ada pertandingan tidak boleh terminalnya di buka," katanya.
Ferry juga mengatakan ketika ada pertandingan seharusnya terminal busway harus ditutup. Karena jika tidak bus yang masuk akan semakin berdatangan dan akan semakin sulit untuk masuk lewat ramp barat.
"Jadi buswaynya itu bisa masuk sampai terminal, karena makin banyak busway yang masuk terminal, semakin crowded masuk ke tram barat. Jadi seharusnya busway hanya sampai di luar aja mungkin ada batasan-batasannya yang harus kita sepakati," katanya. (Ay)