Pegiat media sosial Said Didu buka-bukaan bicara tentang tiga bakal calon presiden atau capres 2024. Ia tampak menyindir dua bakal capres dan memuji satu bakal capres. Kendati demikian, Said Didu tidak menyebut nama bakal capres yang dikritik ataupun dipujinya.
Sebagai informasi, sejauh ini memang baru ada tiga nama bakal capres yang dideklarasikan partai. Mereka adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Melalui akun Twitternya, mantan Sekretaris Kementerian BUMN ini mengungkap perbedaan tiga bakal capres tersebut. Mulai ada yang setiap hari memuji Presiden Jokowi hingga menawarkan agenda perubahan.
Menurutnya, bakal capres yang setiap hari hanya memuji Presiden Jokowi menunjukkan kualitasnya masih di bawah orang nomor satu di Indonesia. Sedangkan bakal capres yang setiap hari berlari tanpa arah, menunjukkan ketidakjelasan dalam memimpin Indonesia.
Kedua bakal capres di atas, kata Said Didu, berbeda dengan bakal capres yang menawarkan perubahan untuk memperbaiki bangsa Indonesia.
"Perbedaan bakal capres makin jelas. Calon 1: tiap hari memuji presiden sekarang, berarti kualitasnya jauh di bawah presiden sekarang," sindir Said Didu dalam cuitannya, Senin (17/7/2023).
"Calon 2: tiap hari lari tanpa arah, berarti tidak jelas bangsa ini mau di bawa ke mana. Calon 3: tiap hari menawarkan agenda perubahan untuk perbaikan," sambung Said Didu.
Sontak, sindiran Said Didu untuk dua bakal capres, serta pujiannya untuk salah satu capres menuai atensi luas dari publik. Terbukti hingga berita ini dipublikasikan, cuitannya telah dibaca 91 ribu kali dan mendapatkan ribuan tanda suka.
Selain itu, warganet juga membanjiri kolom komentar dengan beragam pendapat. Mulai dari setuju dengan pendapat Said Didu hingga balas menyindir opininya tentang perbedaan tiga bakal capres tersebut.
Baca Juga: Jurang Ketimpangan di RI Makin Lebar: Orang Kaya Makin Kaya, Miskin Makin Miskin
"Yang ke 3 teruji bikin happy oligarki reklamasi kasih IMB gak pakai kontribusi. Rekam jejak perubahan, membual membangun manusia, hasilnya DKI kemiskinan meningkat, angka putus sekolah tertinggi se-Indonesia. Padahal mantan rektor, mantan menteri pendidikan loh," komentar warganet.
"Calon 3 pernah menjanjikan perubahan untuk Jakarta pak, iya perubahan makin ancur maksudnya. Bikin monumen bambu, endingnya dibongkar. Bikin sumur resapan, jalanan dibolongi, bikin macet pulak. Kali harusnya normalisasi, malah lawan sunatullah, akhirnya banjir pulak," sindir warganet.
"Semua bacapres yang ada berkualitas SDM buruk! Tapi kita harus memilih yang terbaik di antara yang buruk itu. Yang pasti harus pribumi, bukan pendatang yang bibit bebet bobot dari negara asalnya sudah kita ketahui bersama," kritik warganet.
"Wahhh bapak jelas pendukung Anies nih. Kalau narasinya seperti ini. Berarti bapak masih waras dan sehat jiwa raga. Semoga panjang umur Pak. Tetaplah bahagia," tambah yang lain.
"Calon 1 cari selamat. Calon 2 cari dukungan. Calon 3 cari perubahan dan gagasan," timpal lainnya.