Rektor Universitas Dr Moestopo Beragama, Paiman Raharjo telah resmi dilantik menjadi Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) oleh Presiden Joko Widodo pada Senin (17/7/2023).
Paiman Raharjo kini menjabat Wamendes menggantikan Budi Arie yang diangkat menjadi Menkominfo menggantikan posisi Johnny G Plate. Nama Paiman Raharjo lantas menjadi sorotan.
Paiman sebelumnya merupakan Guru Besar Universitas Dr Moestopo (Beragama) yang baru dilantik tahun 2021 silam. Namun, tidak banyak yang tahu akan sosok pendiri Universitas Moestopo, almamater Wamendes Paiman Raharjo.
Mayor Jenderal TNI (Purn) Prof DR Moestopo yang merupakan seorang dokter gigi dan juga mengabdikan dirinya di bidang militer dan pendidikan. Ia menjadi lulusan terbaik PETA di Bogor tahun 1944.
Melansir dari laman koransulindo, Moestopo dikenal sebagai sosok jenderal nyentrik dengan 1001 ide 'gila' dalam strategi perang. Secara masif, dia menggunakan jasa pekerja seks komersil dan penjahat kriminal yang diorganisir menjadi pasukan laskar perjuangan saat itu.
Teknik berperang ala Jepang menjadi khas seorang Moestopo. Strategi shimizhu zensosen atau perang rahasia dan taktik sengaisen atau perang kota bahkan nyaris melumpuhkan 45 Brigade pasukan Inggris di Surabaya 1945.
Robert Crib dalam bukunya 'Gangsetrs and Revolutionaries' menyebutkan pasukan yang dikoordinir Moestopo bahkan mampu membuat Belanda kewalahan. Pasukan itu bernama Terate akronim Tentara Rahasia Tinggi.
Pasukan Terate sendiri merupakan tim kolaborasi gabungan antara Markas Besar Tentara dengan Kesultanan Yogyakarta yang dibagi dalam dua unit yakni Barisan Maling (BM) dan Barisan Wanita Pelacur (BWP).
Hal ini sekaligus membersihkan Yogyakarta dari pelaku tindak kriminal dan pelacuran. Tak hanya itu, Moestopo bahkan sampai mendatangkan PSK dan copet dari daerah Surabaya dan Gresik. Ide tak biasa yang disampaikan Moestopo itu bahkan membuat keterkejutan ngarso dalem (Raja).
Baca Juga: Gelagat Aneh Jokowi Saat Lantik Menkominfo Dibongkar PDIP
Pasukan Terate dibimbing oleh instruktur militer perang, dengan memberikan tugas kepada PSK untuk menggali informasi strategi perang.
Sementara maling dan copet bertugas mencuri senjata, logistik, maupun sabotase lawan. Bahkan strategi tersebut berhasil mengusir penjajahan Belanda di berbagai kota di Indonesia.
Meski namanya jarang dikenal banyak orang dan tak tertulis dalam buku sejarah. Namun, sumbangsih Moestopo dalam pengusiran Belanda dan jasa-jasa nya dalam kepentingan bangsa itu diahadiahi gelar pahlawan oleh mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2007 silam.