Suhu Bandung Tembus 17 Derajat Celsius, Ada Fenomena Apa?

Deli

Kamis, 20 Juli 2023 | 15:24 WIB
Suhu Bandung Tembus 17 Derajat Celsius, Ada Fenomena Apa?
Ilustrasi Dingin (Pixabay)

Cuaca di Kota Bandung saat ini dilaporkan telah terasa lebih dingin meskipun sedang berada dalam musim kemarau. Bahkan suhu Bandung tembus 17 derajat celsius akhir-akhir ini. 

Ada fenomena apa yang membuat suhu Bandung sampai sedingi itu? Dikutip dari Moots.Suara.com, fenomena suhu dingin ini adalah hal yang wajar dan umum terjadi ketika masa puncak kemarau pada Juli-Agustus 2023. 

Menurut Kepala BMKG Kota Bandung, Teguh Rahayu, suhu udara di Kota Bandung mengalami perubahan yang mencolok dalam beberapa hari terakhir.

Pada tanggal 14-18 Juli, terjadi kenaikan suhu dari 19 derajat menjadi 20 derajat Celsius, tetapi pada tanggal 18 Juli terjadi penurunan suhu kembali ke 17 derajat Celsius.

Data dari BMKG menunjukkan bahwa suhu udara minimum pada tanggal 18 Juli 2023 mencapai 17 derajat Celsius.

Padahal, pada bulan Juli suhu minimum normalnya adalah 18,2 derajat Celsius, dan pada bulan Agustus nilainya mencapai 17,5 derajat Celsius.

Perubahan suhu yang lebih dingin ini biasanya terjadi saat musim kemarau, terutama di malam hari. Saat siang hari, terik sinar matahari sangat maksimal karena tidak ada awan yang menghalangi. Akibatnya, permukaan bumi menerima radiasi matahari secara penuh.

Namun, saat malam hari, bumi melepaskan energi karena tidak ada awan yang menyimpan panas. Ini menyebabkan suhu di permukaan bumi turun dengan cepat karena kehilangan energi secara maksimal.

Dampaknya adalah suhu udara minimum yang sangat dingin terjadi di malam hingga dini hari.

baca juga

Selain itu, suhu lebih dingin di Kota Bandung juga dipengaruhi oleh musim dingin di wilayah Australia. Pola tekanan udara yang tinggi di Australia menyebabkan udara dingin bergerak menuju Indonesia melalui Angin Monsun Australia.

Fenomena ini adalah penyebab utama terjadinya musim kemarau di Indonesia. Angin Monsun Australia membawa udara dingin dari wilayah Australia ke wilayah Indonesia yang berada di Belahan Bumi Selatan.

Menurut Teguh Rahayu, Kepala BMKG Kota Bandung, fenomena suhu dingin ini diperkirakan akan berlangsung hingga Agustus 2023, namun pada awal September suhu udara akan mulai kembali menghangat.

Itulah penjelasan BMKG soal fenoma suhu Bandung yang terasa lebih dingin belakangan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yogyakarta Mulai Terasa Dingin, BMKG Beberkan Penyebabnya

Yogyakarta Mulai Terasa Dingin, BMKG Beberkan Penyebabnya

Jogja | Kamis, 20 Juli 2023 | 13:50 WIB

Kapan Puncak El Nino 2023? BMKG Prediksi akan Terjadi Kekeringan dan Banjir

Kapan Puncak El Nino 2023? BMKG Prediksi akan Terjadi Kekeringan dan Banjir

News | Rabu, 19 Juli 2023 | 21:28 WIB

Terkini

Dramatis, Cerita Petugas Damkar Gendong Korban Kebakaran Gedung Bapenda DKI dari Lantai 16

Dramatis, Cerita Petugas Damkar Gendong Korban Kebakaran Gedung Bapenda DKI dari Lantai 16

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:29 WIB

Bukan Cuma Modal Tampang, Ini Rekomendasi Motor Baru dengan Fitur Keselamatan Terbaik untuk Harian

Bukan Cuma Modal Tampang, Ini Rekomendasi Motor Baru dengan Fitur Keselamatan Terbaik untuk Harian

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:28 WIB

Strategi Multi-pathway Toyota Perkuat Penjualan Kendaraan Elektrifikasi di Indonesia

Strategi Multi-pathway Toyota Perkuat Penjualan Kendaraan Elektrifikasi di Indonesia

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:23 WIB

BRI Peduli Perkuat Posyandu Matahari, Dukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini

BRI Peduli Perkuat Posyandu Matahari, Dukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini

Sulsel | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:16 WIB

Dua Warga Ditangkap Gegara Komentar Pidato Nuklir Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Represif

Dua Warga Ditangkap Gegara Komentar Pidato Nuklir Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Represif

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:14 WIB

Lewat Program 1000 HPK, BRI Peduli Perkuat Layanan Posyandu di Sleman

Lewat Program 1000 HPK, BRI Peduli Perkuat Layanan Posyandu di Sleman

Sumsel | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:12 WIB

Tokyo Schoolgirl Karya Osamu Dazai: Potret Kecemasan Remaja yang Mengusik

Tokyo Schoolgirl Karya Osamu Dazai: Potret Kecemasan Remaja yang Mengusik

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:10 WIB

Desa Les Buleleng: Saat Tradisi Garam Kuno Berpadu dengan Inovasi Modern

Desa Les Buleleng: Saat Tradisi Garam Kuno Berpadu dengan Inovasi Modern

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:09 WIB

BRI Peduli Dorong Posyandu Jadi Pusat Edukasi Kesehatan Ibu dan Anak

BRI Peduli Dorong Posyandu Jadi Pusat Edukasi Kesehatan Ibu dan Anak

Bekaci | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:08 WIB

Cushion YSL Pink dan Hitam Apa Bedanya? Ini Perbandingan Formula hingga Review Pengguna

Cushion YSL Pink dan Hitam Apa Bedanya? Ini Perbandingan Formula hingga Review Pengguna

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:08 WIB

×