Aggota Komisi III DPR RI Arsul Sani melayangkan kritikan pedas terkait polemik renovasi Jakarta International Stadium (JIS). Menurutnya, ada kontras yang mencolok antara sepak bola Eropa dan Indonesia.
Ia menyebutkan bagaimana Eropa menunjukkan fokus yang kuat pada penegakan hukum dan keadilan dalam sepak bola.
Sebagai bukti, ia merujuk pada sanksi berat yang baru-baru ini dikenakan pada Juventus karena pelanggaran aturan Financial Fair Play.
"Sekeras itu sanksi-nya, demi tegaknya fairness yang bukan hanya fair play di lapangan, tapi jugs fair play dalam pengelolaan manajemen & keuangan," tegasnya pada Sabtu (29/7/2023).
Berbeda dengan Indonesia, dari masyarakat sampai elite pemerintahan malah fokus dengan dugaan politisasi renovasi JIS. Padahal, renovasi itu untuk persiapan Piala Dunia U-17 2023.
"Dunia bola kita masih ribut dengan rumput JIS," jelasnya.
Perihal politisasi ini sendiri telah dibantah dengan tegas oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Ia menegaskan sudah ada instruksi terkait renovasi ini yang datang langsung dari FIFA. Oleh karenanya, JIS direnovasi semata-mata memang untuk menyukseskan ajang dari Piala Dunia U-17.