Pengamat sekaligus Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun angkat bicara mengenai ucapan Rocky Gerung yang dituding menghina Presiden Joko Widodo.
Refly mengatakan Rocky Gerung dilaporkan karena menghina Jokowi bukan kali ini saja. Tingginya angka laporan terhadap Rocky Gerung ini tak lepas dari sikap kritikus politik tersebut yang kerap berseberangan dengan pemerintah.
"Rocky Gerung dipolisikan bukan kali ini saja, sudah berapa kali," kata Refly.
Menurut Refly Harun, Rocky Gerung mengkritik Jokowi sebagai presiden, bukan secara personal.
"Tentu saja tidak boleh menghina. Tapi kita harus bedakan antara jabatan dengan manusianya. Dalam prinsip berdemokrasi seseorang itu memegang jabatan, maka dia harus siap jadi sasaran publik untuk dikritik," ujar Refly.
Soal ujaran Rocky Gerung yang dibilang menghina Jokowi, Refly mengatakan bahwa Rocky sebenarnya pernah berbicara lebih kasar dari yang saat ini viral.
"Kita harus paham, antara jabatan dan pribadi. Kalau soal ngata-ngatain, Roccky itu bukan orang yang tidak pernah dikata-katain, lebih kasar dari itu saja saya kira pernah," ungkap Refly.
Ia pun mengulas lagi ucapan Rocky Gerung yang mengatakan bahwa ada perbedaan mendasar soal kesopanan di pikiran dan sikap.
"Saya ingat ucapan Rocky, kalau pikiran itu enggak perlu bersopan-sopan ria. Kalau bersopan itu dalam tindakan. Rocky itu bukan orang kemarin sore yang mengkritik pemerintahan. Memang terkadang tipis antara penghinaan dan mengkritik. Itu bisa dibedakan dengan obyeknya, tentu yang dimaksud Rocku sebagai Jokowi itu pasti sebagai presiden, kepala negara atau pemerintahan," tandas Refly.
Baca Juga: Sambut Bulan Agustus, IHSG Dibuka Lemas
Sebelumnya, Rocky Gerung diduga menghina Presiden Jokowi lantaran melontarkan kalimat-kalimat kasar di hadapan publik.
Rocky menjadi pembicara dalam satu acara organisasi buruh. Pada kesempatan itu, Rocky mengatakan, begitu Jokowi lengser dia akan jadi rakyat biasa.
"Begitu Jokowi kehilangan kekuasaanya dia jadi rakyat biasa, nggak ada yang peduli nanti," kata Rocky.
Tapi, kata dia, ambisi Jokowi adalah mempertahankan delegasinya. Dia sampai pergi ke China untuk menawarkan IKN.
"Tapi ambisi jokowi adalah mempertahankan delegasinya, dia masih pergi ke China, buat nawarin IKN, dia masih mondar mandir dari satu koalisi ke koalisi yang lain untuk mencari kejelasan nasibnya," lanjutnya.
Dengan menggebu-gebu, Rocky menyebut Jokowi hanya memikirkan nasib sendiri dan tidak memikirkan nasib rakyat. Bahkan dengan sarkas, Rocky melontarkan kalimat kritikannya.