Upah Minimum Regional atas UMR adalah batas minimum yang ditetapkan oleh pemerintah untuk gaji yang harus diberikan oleh pengusaha kepada pekerja. Setiap wilayah memiliki standar UMR masing-masing.
Namun siapa sangka, UMR tertinggi di Indonesia hanya berjarak 506 kilometer dari Yogykarta. Selama ini, kota Yogyakarta kerap dikenal dengan daerah yang memiliki UMR rendah di Tanah Air.
Sebagai informasi, UMR sekarang lebih dikenal dengan istilah Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Istilah UMR mulai digantikan oleh UMP dan UMK sejak dekade 2000-an.
UMP ditentukan oleh gubernur provinsi, sedangkan UMK ditentukan oleh gubernur berdasarkan usulan dari bupati atau wali kota. Namun, istilah UMR masih sering digunakan oleh banyak orang untuk merujuk pada upah minimum.
Pada 2023, ada daerah yang mendapatkan UMR tertinggi dan terendah di Indonesia.
Daftar Wilayah dengan UMR Tertinggi di Indonesia 2023
Pada tahun 2023, Jakarta masih memegang status sebagai ibu kota Indonesia. Namun, hal tersebut tidak otomatis menjadikannya sebagai wilayah dengan UMR tertinggi. Di posisi pertama, gaji UMR tertinggi dipegang oleh Kabupaten Karawang yang mencapai Rp 5.176.179 per bulan.
Berikut adalah 10 daerah dengan UMR tertinggi di Indonesia:
1. Kabupaten Karawang: Rp 5.176.179
Baca Juga: Gemes! Anak Rizky Billar Dorong Lesti Kejora Pakai Stroller Bayi: Ini Baru Abang ke Dede
2. Kota Bekasi: Rp 5.158.248
3. Kabupaten Bekasi: Rp 5.137.574
4. Jakarta: Rp 4.901.798
5. Kota Depok: Rp 4.694.493
6. Kota Cilegon: Rp 4.657.222
7. Kota Bogor: Rp 4.639.429
8. Kota Tangerang: Rp 4.584.519
9. Kabupaten Tangerang Selatan: Rp 4.551.451
10. Kabupaten Tangerang: Rp 4.527.688
Daerah-daerah ini umumnya memiliki banyak industri dan perusahaan besar dengan pekerjaan berupah tinggi, serta tingkat perekonomian yang stabil dan berkembang.
Daftar Wilayah dengan UMR Terendah di Indonesia 2023
Berikut ini adalah 10 daerah dengan UMR terendah di Indonesia tahun 2023:
1. Kabupaten Temanggung: Rp 2.027.569
2. Kabupaten Ciamis: Rp 2.021.657
3. Kabupaten Brebes: Rp 2.018.836
4. Kabupaten Kuningan: Rp 2.018.836
5. Kabupaten Pangandaran: Rp 2.018.389
6. Kabupaten Rembang: Rp 2.015.927
7. Kabupaten Banjar: Rp 1.969.569
8. Kabupaten Sragen: Rp 1.969.569
9. Kabupaten Wonogiri: Rp 1.968.448
10. Kabupaten Banjarnegara: Rp 1.958.169
Daerah-daerah ini memiliki UMR rendah dikarenakan biaya hidup relatif lebih murah dibandingkan dengan wilayah lain.
Faktor Penentu Perbedaan UMP/UMK
Perbedaan UMP/UMK di setiap daerah umumnya ditentukan oleh beberapa faktor, seperti pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi.
Daerah dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi tinggi cenderung memiliki UMP/UMK yang lebih tinggi. Hal ini dilakukan untuk memastikan pekerja dapat memenuhi kebutuhan hidup minimum mereka.