Striker Bhayangkara FC, Dendy Sulistyawan baru saja melewati malam indah kala bermain bersama Timnas Indonesia melawan Turkmenistan di ajang FIFA Matchday pekan kemarin. Ujung tombak 26 tahun itu menjadi pahlawan lewat gol indahnya dari luar kotak penalti turut membantu skuad Garuda menang 2-0.
Gol itu amat spesial, selain karena indah bak sepak bola Eropa, torehan Dendy Sulistyawan di menit 19 seolah mengakhiri dahaga gol selama bermain di klub. Ya, sebelum dipanggil Shin Tae-yong ke Timnas, Dendy amat mandul.
Dari catatan yang ada, Dendy Sulistyawan sudah menjalani 11 laga bersama Bhayangkara FC di Liga 1 musim ini. Namun dari catatan itu, ia belum sekalipun bikin gol, torehannya cuma 1 assist!.
Performa itu membuat klub Bhayangkara FC di papan klasemen sementara Liga 1 berada di zona degradasi.
Meski sukses mencetak gol kelas dunia bersama Timnas Indonesia, tak lantas membuat Dendy jemawa. Ia tetap merendah, baginya gol yang dibuatnya tak semata-mata karena dirinya sendiri. Namun berkat kerja keras seluruh tim di Timnas Indonesia.
“Pasti kuncinya pertandingan tadi tim kerja keras semua pemain. Jadi, tidak ada satu pemain yang bagus. Kami ikuti persiapan yang baik. Ketika kami persiapan di Surabaya dengan ikuti taktik yang diberikan pelatih,” ujar Dendy.
Hasil kerja keras sebagai ujung tombak Timnas Indonesia seolah jadi pembuktian bagi Dendy, bahwa dirinya belum habis dan layak diperhitungkan di jajaran striker timnas.
“Alhamdulillah kami bisa memenangkan pertandingan. Alhamdulillah juga bisa mencetak satu gol untuk Timnas Indonesia. Kami sudah cukup baik, kita kerja keras semua tapi ada beberapa hal lagi yang harus kita perbaiki ke depan,” ujar pemain asal Lamongan itu.
Dendy sendiri bukanlah striker yang rutin membela Timnas Indonesia sejak level usia. Namanya baru muncul ke permukaan setelah tampil apik bersama Persela Lamongan di ISC A 2016.
Baca Juga: Petani Semangka di Lampung Tengah Dapatkan Penyuluhan Pengendalian Hama