Parahnya, Shin Tae-yong disindir soal keputusannya menaturalisasi beberapa pemain yang bertujuan untuk meningkatkan level permainan Timnas Indonesia. Namun, keberadaan kabar itu direspon Asisten pelatih Timnas Indonesia, Nova Arianto.
Dengan bijak legenda Persib Bandung itu menilai keberadaan grup WA tersebut menjadi hal yang wajar.
"Seandainya benar-benar ada, kami rasa wajar karena ada yang pro dan kontra. Tapi harus digarisbawahi kami semua punya tujuan yang sama melihat Timnas berprestasi."
Merespons adanya kritikan dari kelompok pelatih anti Shin Tae-yong ternyata membuat panas Pundit sepakbola Indonesia Justinus Laksana alias Coach Justin.
Ia menegaskan bahwa proses yang dilakukan Shin Tae-yong dengan memotong beberapa generasi pemain sepakbola Indonesia menunjukan hasil.
![Pratama Arhan (kiri) dan Marcelino Ferdinan pada kualifikasi Piala Asia U-23 [ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha]](https://media.suara.com/suara-partners/deli/thumbs/1200x675/2023/09/12/1-pratama-arhan-dan-marcelino-ferdinan-dua-pencetak-gol-dalam-laga-kualifikasi-piala-asia-u-23.jpg)
Bukan hanya sekedar tropi Piala AFF yang selama ini menjadi patokan. Menurut Coach Justin, sejatinya sepakbola Indonesia berada di level Asia, bukan lagi ASEAN.
Bahkan keberhasilan Shin Tae-yong membawa Timnas Indonesia senior lolos Piala Asia dan menunjukkan performa terbaiknya di sana, lebih berharga ketimbang juara sepuluh kali Piala AFF.
"Fans kardus teriak AFF, AFF. Singapura empat kali menang AFF, enggak pernah maju ke Piala Asia. Makanya gue bilang, kita kalau lolos grup, untuk gue value-nya lebih berharga daripada 10 Piala AFF," katanya saat podcast di YouTube maenmaen.
Perkataan Coach Justin seolah menampar pelatih-pelatih yang tidak mau belajar bahwa proses berasal dari dasar. Sekaligus menguatkan bahwa persepakbolaan Indonesia harus terus mendapatkan dukungan dari lingkungannya.
Sejatinya, Shin Tae-yong tidak berjalan sendirian. Dukungan kuat suporter Timnas Garuda menjadi salah satu hal lain di luar elite sepakbola Indonesia.
Langkah Shin Tae-yong sendiri pun mendapat sokongan kuat dari para pendukung Timnas Indonesia yang percaya bahwa proses akan berbicara.
Kepercayaan itu pula yang akhirnya dibuktikan pada hari ini, saat Shin Tae-yong mengukuhkan dirinya sebagai Pelatih Timnas Garuda pertama yang berhasil membawa tiga tim Indonesia berbicara di tingkat Asia, mulai dari Timnas U-20, Timnas U-23 dan Timnas senior Indonesia yang akan berlaga di putaran final Piala Asia tahun depan.
Sebagai catatan, sejak pelatih berusia 53 tahun ini mulai mengasuh Timnas Indonesia pada 1 Januari 2020 ada Tim Garuda dalam 38 pertandingan di seluruh ajang yang dimainkan.
Dari jumlah tersebut, STY berhasil membawa Timnas Indonesia meraih 20 kemenangan, sembilan hasil imbang, dan menelan sembilan kekalahan.
Bahkan dalam lima laga terakhir, Tim merah putih memetik empat kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya sekali kalah melawan juara dunia Argentina dengan skor 2-0.