Virus Nipah: Penyebab, Gejala, Cara Penularan, dan Kasus Terbarunya di India

Deli

Senin, 18 September 2023 | 10:35 WIB
Virus Nipah: Penyebab, Gejala, Cara Penularan, dan Kasus Terbarunya di India
Virus Nipah ((Shutterstock))

Virus Nipah kembali jadi perbincangan setelah muncul kasus terbarunya di India. Virus Nipah dilaporkan telah menewaskan dua warga Kerala dan menginfeksi sejumlah warga lainnya yang berdomisili di distrik Kozhikode, India.

Virus Nipah adalah sebuah virus zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia dan juga dapat ditularkan dari manusia ke manusia. Virus ini pertama kali diidentifikasi selama wabah penyakit yang terjadi di Kampung Sungai Nipah, Malaysia, pada tahun 1998-1999. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut:

Cara Penularan

1. Kontak langsung dengan hewan pengerat atau kelelawar buah

Virus Nipah pertama kali teridentifikasi terkait dengan kelelawar buah yang dikenal sebagai reservoir alami dari virus ini. Orang dapat terinfeksi melalui kontak langsung dengan kelelawar ini atau melalui konsumsi makanan yang telah terkontaminasi oleh virus dari kelelawar tersebut (seperti mengkonsumsi buah yang telah dicemari).

2. Kontak dengan hewan terinfeksi

Selain kelelawar buah, hewan lain seperti babi juga bisa menjadi pembawa virus ini. Kontak langsung dengan hewan-hewan ini bisa menjadi sumber penularan.

3. Transmisi manusia ke manusia

Virus ini juga dapat menyebar dari orang ke orang melalui kontak dekat dengan individu yang terinfeksi atau melalui kontak dengan cairan tubuh mereka.

baca juga

Gejala

Gejala infeksi virus Nipah dapat bervariasi dan bisa mencakup:

1. Gejala awal

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Lemah dan merasa tidak nyaman
  • Mialgia (nyeri otot) 
  • Muntah
  • Sakit tenggorokan
  • Pusing
  • Kantuk
  • Kesadaran yang berubah
  • Ensefalitis akut
  • Pneumonia, masalah pernapasan

2. Gejala lanjutan

   - Radang otak akut yang dapat mengakibatkan koma dalam waktu 24-48 jam

   - Gangguan pernapasan seperti batuk dan kesulitan bernapas

3. Gejala jangka panjang

  - Pada beberapa kasus, pasien yang sembuh dapat mengalami sindrom neurologik berkelanjutan, termasuk kejang dan perubahan kepribadian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Heboh Kemunculan Virus Nipah di Kerala India, Lebih Bahaya dari Covid-19

Heboh Kemunculan Virus Nipah di Kerala India, Lebih Bahaya dari Covid-19

Your Say | Senin, 18 September 2023 | 09:38 WIB

Marc Marquez Isyaratkan akan Umumkan Soal Masa Depannya di MotoGP India, Ada 3 Opsi

Marc Marquez Isyaratkan akan Umumkan Soal Masa Depannya di MotoGP India, Ada 3 Opsi

Sport | Kamis, 14 September 2023 | 12:57 WIB

Warga India Lakukan Modus Penipuan Impor Daging Kerbau di Indonesia

Warga India Lakukan Modus Penipuan Impor Daging Kerbau di Indonesia

Bisnis | Rabu, 13 September 2023 | 16:21 WIB

Korban Pembatasan Eksor India, Rakyat ASEAN Terancam Tak Makan Nasi

Korban Pembatasan Eksor India, Rakyat ASEAN Terancam Tak Makan Nasi

Bisnis | Selasa, 12 September 2023 | 14:55 WIB

Negara-negara yang Pernah Ganti Nama, India Fix Jadi 'Bharat'?

Negara-negara yang Pernah Ganti Nama, India Fix Jadi 'Bharat'?

News | Minggu, 10 September 2023 | 21:17 WIB

Terkini

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:52 WIB

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:32 WIB

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:03 WIB

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:51 WIB

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:46 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Banten | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:30 WIB

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:21 WIB

Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026

Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:05 WIB