Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, masih mempertimbangkan evaluasi jadwal BRI Liga 1 berkaitan dengan lolosnya Timnas Indonesia ke Piala Asia U-23 2024. Hal ini berlatar belakang susahnya klub lepas pemain untuk Timnas Indonesia saat Asian Games 2022.
Permasalahan yang sering muncul adalah ketika pemain harus dipinjam dari klub mereka untuk bergabung dengan timnas, terutama dalam turnamen seperti Asian Games yang di luar jadwal FIFA.
Hal ini telah mengakibatkan beberapa kendala, termasuk absennya beberapa pemain kunci dalam skuad yang ditangani oleh Indra Sjafri dalam fase grup Asian Games.
Erick Thohir berpendapat bahwa evaluasi terhadap kinerja Timnas Indonesia U-24 seharusnya tidak menjadi fokus utama.
Baginya, pencapaian mereka mencapai babak 16 besar sudah dianggap cukup baik, mengingat tim tersebut tidak memiliki persiapan khusus yang memadai.
"Kami tahu itu sebagai sasaran antara sejak awal, AFF dan Asian Games," kata Erick Thohir dalam pernyataannya belum lama ini di Jakarta.
PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) sebenarnya telah memberikan fasilitas yang memadai dalam penyelenggaraan jadwal, dan klub-klub sepak bola juga mendukung kepentingan Timnas Indonesia.
Namun, ia menekankan perlunya peningkatan dalam pengaturan jadwal liga agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
"Kami melihat perkembangan kerjasama antara PT LIB dan klub semakin baik. Namun, ke depannya, seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, kami harus memiliki kalender yang sesuai dengan kebutuhan kami, bukan hanya mengikuti kehendak orang lain," tegasnya.
Baca Juga: TASPEN Gandeng BUMD Tingkatkan Kualitas Layanan Publik
Erick Thohir menjelaskan bahwa agenda yang berada dalam bingkai FIFA memiliki tujuan untuk meningkatkan peringkat Timnas Indonesia.
Sementara itu, turnamen di luar jadwal FIFA dapat dimanfaatkan sebagai ajang persiapan timnas sebelum berkompetisi di ajang resmi.
Dalam rangka memastikan kesinambungan dan kualitas performa timnas, Erick Thohir menekankan pentingnya koordinasi yang baik antara berbagai pihak terkait, termasuk PT LIB dan klub-klub Liga 1, untuk mencapai keseimbangan yang menguntungkan semua pihak dalam jadwal kompetisi yang akan datang.