Perlakuan klub Tokyo Verdy terhadap Pratama Arhan disorot keras oleh pengamat sepak bola Australia, Ben Griffis.
Bintang Timnas Indonesia itu dinilai tidak diperlakukan dengan adil oleh klub yang sedang berkompetisi di kasta kedua liga Jepang tersebut.
Ben Griffis menuding bahwa Tokyo Verdy hanya membeli Pratama Arhan sebagai sebuah strategi marketing saja. Pasalnya, Arhan tak punya banyak menit bermain di J League 2 bersama klub hijau tersebut.
Melalui akun X atau Twitter-nya, Griffis mengkritik perlakuan Tokyo Verdy ke Pratama Arhan.
"Bagaimana jika Arhan hanya sebagai alat pemasaran seumur hidupnya. Suwon FC selangkah lebih maju dari Verdy. Saya tahu dia punya potensi tapi pada dasarnya dia tidak bermain sepak bola di klub sejak pindah ke Verdy yang 100 persen akan merugikan perkembangan pemain muda," cuit Griffis.
"Mengontrak pemain tanpa memberinya peluang tapi hanya melibatkan pemasaran adalah hal yang buruk," imbuh Griffis.
Dalam catatan Griffis, sah-sah saja jika sebuah klub memanfaatkan pemainnya sebagai strategi pemasaran. Tapi sangat disayangkan jika sebuah klub sepak bola tidak memberikan pemainnya kesempatan bermain.
"Sepertinya Verdy tidak pernah memberinya (Arhan) kesempatan dan kemudian memasarkanya. Itu buruk," tukasnya.
Tercatat, Pratama Arhan baru bermain selama 45 menit sepanjang liga Jepang kasta 2 tahun lalu. Sementara di musim ini, suami Azizah Salsha itu baru sekali dimainkan Tokyo Verdy.
Baca Juga: Ni Ketut Sianti Ibu Mirna Salihin Tak Muncul di Dokumenter Ice Cold, Bagaimana Kabarnya Saat Ini?
Belakangan, santer beredar isu bahwa Pratama Arhan akan merapat ke klub Korea Selatan, Suwon FC. Arhan dirumorkan akan bergabung di Januari 2024 mendatang.