PSSI mungkin harus bergegas untuk memastikan bahwa dua pemain keturunan, Ryan Flamingo dan Neraysho Kasanwirjo, dapat menjadi bagian dari Timnas Indonesia.
Pasanya, kedua pemain telah dipanggil untuk memperkuat Timnas Belanda U-21 yang dilatih oleh mantan pemain Barcelona, Michael Reiziger.
Meskipun demikian, peluang PSSI untuk menaturalisasi kedua pemain ini masih terbuka lebar, mengingat penampilan mereka di timnas U-21 dan kelompok umur lainnya tidak menghalangi syarat pemain untuk mengubah kewarganegaraannya.
Kasanwirjo mendapatkan panggilan untuk bergabung dengan Timnas Belanda U-21 pada pertengahan Oktober, dan dia diikuti oleh Ryan Flamingo, yang sebelumnya juga diminta untuk membela Jong Oranje.
Kedua pemain bahkan telah berkompetisi dalam pertandingan Kualifikasi EURO U-21 2025 pada 12 dan 17 Oktober lalu.
Ryan Flamingo memulai pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 3-0 bagi Belanda U-21 melawan Georgia, bermain sebagai bek tengah sebelum digantikan oleh Kasanwirjo.
Sementara itu, saat Belanda mengalahkan Gibraltar dengan skor 5-0, Kasanwirjo dipilih oleh Michael Reiziger sebagai starter untuk mengisi salah satu pos bek tengah timnya.
"Neraysho Kasanwirjo yang bermain untuk SK Rapid Wien Austria menggantikan Van den Berg," tulis KNVB dikutip dari laman OnsOranje.
Selepas ini, Ryan Flamengo dan Neraysho Kasanwirjo akan bersiap untuk membantu Belanda memainkan laga lanjutan Kualifikasi EURO U-21 2025 kontra Gibraltar (16 November) dan Swedia (20 November).
Khusus untuk Ryan Flamingo, minat Shin Tae-yong terhadapnya sebagai pemain naturalisasi PSSI telah menjadi sorotan. PSSI diyakini tertarik untuk menjadikannya anggota Timnas Indonesia.
Kabar mengenai minat Shin Tae-yong terhadap Ryan Flamingo pertama kali muncul melalui media Korea Selatan, Best Eleven.
Ryan Flamingo sendiri adalah pemain pinjaman dari klub Italia, Sassuolo, yang bergabung dengan FC Utrecht pada Agustus, dengan opsi untuk pembelian permanen.
Salah satu kelebihan utama Ryan Flamingo adalah fleksibilitasnya dalam bermain di berbagai posisi di lapangan. Dia mampu bermain sebagai bek tengah, bek sayap, atau gelandang bertahan dan tengah, sesuai dengan data dari laman FBRef.
Ryan Flamingo adalah produk dari akademi Almere City dan telah bermain di berbagai level, termasuk tim U-19 dan U-23 Almere City. Ia juga memiliki pengalaman bermain di klub-klub seperti Vitesse, Sassuolo Primavera, dan saat ini, FC Utrecht.
Sementara itu, Kasanwirjo saat ini bermain sebagai pemain pinjaman di klub Liga Austria, Rapid Vienna. Klub ini pernah dilatih oleh legenda sepak bola Jerman, Lothar Matthaus.
Kasanwirjo, yang berposisi sebagai full back, diberikan kesempatan untuk bermain bersama Rapid Vienna setelah dipinjamkan oleh klub asal Belanda, Feyenoord, pada musim ini.
Hingga saat ini, Kasanwirjo baru tampil dalam dua pertandingan bersama Rapid Vienna di Liga Austria.
Pemain yang memiliki nilai transfer sebesar Rp43 miliar ini akan tetap berada di Rapid Vienna hingga akhir musim ini. Selain sebagai full back kanan, Kasanwirjo juga memiliki kemampuan untuk bermain sebagai gelandang bertahan dan bek tengah.
Karier Kasanwirjo dimulai ketika ia bergabung dengan tim Zeeburgia pada tahun 2013. Selanjutnya, ia melanjutkan perkembangannya di akademi Ajax. Di Ajax, Kasanwirjo sempat menjadi bagian dari berbagai tim kelompok umur, mulai dari U-17 hingga U-21.
Pada tahun 2021, Ajax melepas Kasanwirjo ke FC Groningen. FC Groningen adalah klub yang pernah dilatih oleh Frank Wormuth, yang juga menjabat sebagai konsultan pelatih Timnas Indonesia U-17 di bawah arahan Bima Sakti.
Meskipun usianya baru 21 tahun, Kasanwirjo telah mencatatkan statistik yang cukup mengesankan dalam karirnya. Ia telah tampil dalam 5 pertandingan di Eredivisie, kompetisi tertinggi di Belanda.