Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo: Besok Harga Mie Naik Tiga Kali Lipat

Suara Denpasar

Selasa, 09 Agustus 2022 | 17:13 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo: Besok Harga Mie Naik Tiga Kali Lipat
Ilustrasi, harga mie diperkirakan naik seiring dengan kenaikan harga gandum akibat perang Rusia-Ukraina. (pixabay/gianyasa)

SUARA DENPASAR – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan bahwa harga mi atau mie akan naik sampai tiga kali lipat. Hal ini seiring dengan tingginya harga bahan baku membuat mie, yakni gandum yang melonjak tinggi.

Kabar harga mi atau mie akan naik itu disampaikan Syahrul Yasin Limpo dalam webinar Strategi Penerapan GAP Tanaman Pangan Memacu Produksi Guna Antisipasi Krisis Pangan Global, Senin, 8 Agustus 2022.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini mengatakan, dunia sedang tidak baik saja. Setelah 2,5 tahun dihajar Covid-19, perekonomian merangkak rendah, dan diikuti inflasi yang tinggi di sejumlah negara.

“Dunia lagi tidak biasa-biasa. Covid-19 2,5 tahun belum selesai, ada climate change. Kondisi tak bisa diperkirakan. Dan dunia tidak kontinyu lagi. Cuaca ini hanya ada seperti di zaman nabi,” papar SYL dalam webinar yang disiarkan melalui kanal Youtube Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, dan dikutip SuaraDenpasar, Selasa, 9 Agustus 2022. 

Bahkan, menurut Syahrul Yasin Limpo, menurut data World Bank, IMF bahkan dari negara-negara lain menyisyaratkan kurang lebih 12 juta orang kelaparan di dunia.

“62 negara yang menuju kondisi krisis pangan,” tuturnya.

Belum lagi, lanjut dia, dunia juga dihadapkan dengan perang Ukrania dan Rusia. Yang jadi masalah, perang kedua negara ini memengaruhi belahan dunia lain. 

Pasalnya, Ukrania dan Rusia adalah negara penghasil gandum terbesar di dunia. Bila sebelumnya gandum yang tertimbun 12 juta ton, sekarang 180 juta ton. Gandum tak bisa keluar karena adanya perang kedua negara Eropa utara ini.

“Hati-hati yang makan mie, banyak dari gandum, besok harganya 3 kali lipat itu,” kata Syahrul Yasin Limpo.

baca juga

“Maafkan saya, saya bicara ekstrem saja ini. Ada gandumnya tapi harganya akan mahal banget,” terangnya.

Syahrul mengaku saat ini Indonesia terus mengimpor bahan pangan, khususnya gandum.

“Kita impor terus, nih, gitu loh. Kalau saya sih gak setuju, apa pun kita makan aja singkong, sorgum, sagu. Ini lah tantangan ini tidak kecil,” papar dia.

Dilansir dari suara.com, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi menyebutkan bahwa harga gandum internasional melonjak akibat konflik Ukraina-Rusia.

Dia menyebutkan, Ukraina merupakan salah satu negara produsen gandum terbesar di dunia. Dengan adanya konflik geopolitik dengan Rusia menyebabkan harga gandum melonjak lantaran keterbatasan pasokan.

Suwandi mengatakan Indonesia sendiri bergantung pada impor gandum dari Ukraina sebanyak 3 juta ton, atau 36 persen kontribusinya dari kebutuhan total di dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Cabai Rawit di Batam Sudah Turun Rp85 Ribu Per Kilogram

Harga Cabai Rawit di Batam Sudah Turun Rp85 Ribu Per Kilogram

Batam | Selasa, 09 Agustus 2022 | 17:00 WIB

Kenaikan Tiket Masuk Taman Nasional Komodo Ditunda, Wisatawan Bisa Nikmati Harga Normal Hingga 31 Desember 2022

Kenaikan Tiket Masuk Taman Nasional Komodo Ditunda, Wisatawan Bisa Nikmati Harga Normal Hingga 31 Desember 2022

Lifestyle | Selasa, 09 Agustus 2022 | 15:50 WIB

Muncul Tutorial Masak Mi Geprek Selagi Mentah, Warganet: Tanda-Tanda Akhir Zaman

Muncul Tutorial Masak Mi Geprek Selagi Mentah, Warganet: Tanda-Tanda Akhir Zaman

Jogja | Selasa, 09 Agustus 2022 | 12:13 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×