31 Personel Polri Bisa Terseret Kasus Pembunuhan Brigadir J, Tak Berhenti di 4 Tersangka

Suara Denpasar

Kamis, 11 Agustus 2022 | 16:48 WIB
31 Personel Polri Bisa Terseret Kasus Pembunuhan Brigadir J, Tak Berhenti di 4 Tersangka
ILUSTRASI- Irjen Ferdy Sambo dan ajudan - siapa brigadir ricky (FB/Roslin Emika) (ist)

Suara Denpasar - Tersangka terkait kasus pembunuhan Brigadir J diduga tidak hanya berhenti di empat orang saja. Kini Mabes Polri memberikan sinyal dimungkinkan masih ada pihak lainnya yang turut terseret kasus ini.

Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan kemungkinan tersangka baru ini terkait dengan turunan atau rentetan dari kasus yang motifnya masih dirahasiakan polisi ini.

Kemungkinan adanya tambahan tersangka ini terkait dengan pelanggaran etik dan obstruction of justice.

Apakah yang dimaksud ini para petugas yang terlibat di awal pengungkapan kasus ini?

“Kalau untuk kasus penembakan sudah lengkap (empat tersangka). Kasus turunannya, kami tunggu Itsus (Inspektorat Khusus) sedang mendalami peran mereka,” kata Agus dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Kamis (11/8/2022) dilansir dari Suara.com dari laman ANTARA.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo menjelaskan apa yang dimaksud dengan pelanggaran etik dan obstruction of justice.

Kata dia kasus turunan yang dimaksudkan adalah pelanggaran etik dan menghilangkan atau menyembunyikan barang bukti (obstraction of justice) yang dilakukan oleh 31 personel Polri.

Pemeriksaan ini dilakukan oleh Tim Itsus di bawah pimpinan Wakil Irwasum Polri, yang telah memeriksa sebanyak 56 orang personel Polri, di mana 31 di antaranya terbukti diduga melanggar etik karena tidak profesional dalam menangani olah tempat kejadian perkara (TKP).

Selain pelanggaran etiknya, tim juga akan memeriksa pelanggaran unsur pidana yakni terkait menghilangkan dan menyembunyikan barang bukti.

baca juga

“Ya, tapi kalau ada pelanggaran pidana obstraction of justice akan dilimpahkan ke penyidik untuk diproses pidana,” kata Dedi.

Sementara di lokasi terpisah, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin turut bereaksi.

"Kita kan sudah minta. Presiden minta Polri melakukan upaya penuntasan kasusnya itu. Dan sekarang sudah berjalan," terang Ma'ruf di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dilansir dari laman PMJ News, Kamis (11/8).

Kata dia Timsus Polri sudah bekerja dengan baik dalam rangka menangani kasus kematian Brigadir J.

Dia juga berharap ke publik dapat memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada Polri dalam mengungkap kasus ini. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Komentari Kasus Ferdy Sambo, Ustaz Derry Sulaiman Singgung Kasus KM 50: Nyawa Dibalas Nyawa!

Komentari Kasus Ferdy Sambo, Ustaz Derry Sulaiman Singgung Kasus KM 50: Nyawa Dibalas Nyawa!

Entertainment | Kamis, 11 Agustus 2022 | 16:40 WIB

Diisukan Jadi Simpanan Ferdy Sambo, Foto Lawas Diduga Rita Yuliana Viral: Beda Jauh

Diisukan Jadi Simpanan Ferdy Sambo, Foto Lawas Diduga Rita Yuliana Viral: Beda Jauh

Entertainment | Kamis, 11 Agustus 2022 | 16:45 WIB

Terkini

Dihadang saat Mau Geruduk BGN, Orator Demo MBG Sebut 1,5 Juta Pekerja Terancam: Negara Harus Hadir!

Dihadang saat Mau Geruduk BGN, Orator Demo MBG Sebut 1,5 Juta Pekerja Terancam: Negara Harus Hadir!

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:27 WIB

Primer Sebaiknya Dipakai Setelah Apa? Ini Urutan yang Benar agar Makeup Flawless

Primer Sebaiknya Dipakai Setelah Apa? Ini Urutan yang Benar agar Makeup Flawless

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:26 WIB

Lewat Nyaman Bersama Mandiri, Bank Mandiri Perkuat Kualitas Layanan dan Pengalaman Nasabah

Lewat Nyaman Bersama Mandiri, Bank Mandiri Perkuat Kualitas Layanan dan Pengalaman Nasabah

Jawa Tengah | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:26 WIB

3 Kali Bobol Puskesmas Rajabasa Indah, Pemuda 18 Tahun Diringkus Polisi

3 Kali Bobol Puskesmas Rajabasa Indah, Pemuda 18 Tahun Diringkus Polisi

Lampung | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:25 WIB

Jeje Govinda Lulus S1 Waktu 1,5 Tahun, Begini Aturan Kuliah Sarjana di Indonesia

Jeje Govinda Lulus S1 Waktu 1,5 Tahun, Begini Aturan Kuliah Sarjana di Indonesia

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:24 WIB

BMKG Punya Radar Cuaca Pertama di Cilacap, Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Kini Lebih Akurat

BMKG Punya Radar Cuaca Pertama di Cilacap, Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Kini Lebih Akurat

Jawa Tengah | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:22 WIB

9 Mobil Keluarga di Bawah Rp100 Juta yang Irit dan Murah Perawatan

9 Mobil Keluarga di Bawah Rp100 Juta yang Irit dan Murah Perawatan

Otomotif | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:21 WIB

FIFA Disorot! Seluruh Ofisial Laga Prancis vs Maroko Berasal dari Argentina

FIFA Disorot! Seluruh Ofisial Laga Prancis vs Maroko Berasal dari Argentina

Bola | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:19 WIB

Kejagung 'Obrak-abrik' PT PMM di Surabaya, Sita Dokumen dan Boyong Tersangka ke Jakarta

Kejagung 'Obrak-abrik' PT PMM di Surabaya, Sita Dokumen dan Boyong Tersangka ke Jakarta

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:17 WIB

Menggugat Filter Dysmorphia TikTok dan Instagram yang Merampas Percaya Diri

Menggugat Filter Dysmorphia TikTok dan Instagram yang Merampas Percaya Diri

Your Say | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:15 WIB

×