SUARA DENPASAR - Kasus pembunuhan Brigadir Joshua membuka kebohongan demi kebohongan yang dilakukan oleh tersangka, Irjen Ferdy Sambo.
Sebagaimana diketahui, Sambo telah ditetapkan tersangka dalam kasus Brigadir Joshua itu. Sambo merupakan tersangka yang menyuruh Bharada E mengeksekusi Brigadir Joshua.
Dari catatan Suara.com, ada 4 kebohongan yang dilakukan Sambo, sejak kasus ini terungkap. Kebohongan itu dilakukan untuk menutupi kejahatannya.
Berikut adalah ulasannya.
1. Tidak ada baku tembak
Kebohongan pertama yang tercatat yaitu tidak adanya baku tembak. Hal tersebut terungkap saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa tidak peristiwa baku tembak di rumah dinas Ferdy Sambo, sehingga menewaskan Brigadir J.
Padahal sebelumnya, pada konferensi pertama kasus ini yang digelar pada Senin (11/7/2022), kepolisian menyatakan telah terjadi baku tembak antara Brigadir J dengan Bharada E di rumah Ferdy Sambo. Baku tembak itulah yang pada akhirnya mengakibatkan Brigadir J terbunuh.
Namun, fakta yang terjadi di TKP, menurut Kapolri, Ferdy Sambo memerintah Bharada E untuk menembak Brigadir J.
"Tim Khusus menemukan peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap Saudara J, hingga meninggal dunia, yang dilakukan oleh RE (Bharada E) atas perintah saudara FS (Ferdy Sambo)," kata Kapolri.
Baca Juga: KELAS KAKAP? Kasat Narkoba Selain Edarkan Sabu Juga Pernah Antar 2.000 Inek ke Bandung
Kebohongan ini terungkap berkat keterangan Bharada E yang telah mengajukan diri sebagai justice collaborator.
2. Mengaku tak ada di lokasi kejadian
Saat kasus ini muncul ke permukaan, keterangan pertama yang muncul yaitu Ketika baku tembak itu terjadi, Ferdy Sambo mengaku tidak ada di tempat kejadian perkara karena sedang melakukan tes PCR sepulang dari Magelang, Jawa Tengah.
Sambo mengaku baru mengetahui peristiwa baku tembak di rumahnya tersebut setelah ditelepon oleh istrinya, Putri Candrawathi.
Namun belakangan, diketahui bahwa Ferdy Sambo ada di lokasi kejadian, dan bahkan Sambo lah yang memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J.
3. Tak ada pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo