Tumpek Kandang atau Tumpek Uye Bukan Berarti Umat Hindu Bali Memuja Binatang, Ini Penjelasannya

Suara Denpasar | Suara.com

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 11:49 WIB
Tumpek Kandang atau Tumpek Uye Bukan Berarti Umat Hindu Bali Memuja Binatang, Ini Penjelasannya
Ilustrasi, Tumpek Kandang atau Tumpek Uye di Bali Zoo, Gianyar, 7 Maret 2015 lalu. (Antara/Nyoman Budhiana)

SUARA DENPASAR – Masyarakat Hindu di Bali merayakan Tumpek Kandang atau Tumpek Uye setiap enam bulan sekali (210 hari) pada Sabtu Kliwon Wuku Uye menurut perhitungan kalender Bali, yang kali ini jatuh pada Sabtu, 27 Agustus 2022. Ada sebagian orang yang mengira Tumpek Kandang atau Tumpek Uye untuk memuja binatang atau hewan. Padahal, bukan itu maknanya.

Ada berbagai usaha atau media untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam agama Hindu. Salah satunya melalui pelaksanaan hari-hari raya keagamaan. 

Tumpek Kandang atau Tumpek Uye salah satu hari raya Hindu yang dikenal di Bali. Hari raya ini bertujuan untuk memuja keagungan Tuhan Yang Maha Esa melalui pemeliharaan atas ciptaan-Nya berupa binatang ternak atau peliharaan. 

Dalam Tumpek Kandang atau Tumpek Uye, umat Hindu di Bali menggelar upacara memuja keagungan Tuhan Yang Maha Esa sebagai Siva atau Pasupati, yang memelihara semua makhluk di alam semesta ini. Pemujaan kepada Tuhan yang tunggal ini diwujudkan dengan memberikan upacara selamatan kepada semua bintang, khususnya binatang ternak atau peliharaan.

Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda mengatakan, Tumpek Uye adalah pernyataan rasa syukur manusia, umat Hindu, kepada Tuhan karena diberi kemudahan dalam memelihara binatang atau hewan peliharaan. Karena itu juga Tumpek Uye disebut pula dengan Tumpek Kandang, karena hanya binatang atau hewan yang bisa dikandangkan.

Tumpek Uye atau Tumpek Kandang, salah satu dari enam tumpek yang dikenal di Bali, adalah perwujudan dari Tri Hita Karana. Keharmonisan antarmanusia, manusia dengan Tuhan, dan manusia dengan alam semesta.  

“Ini adalah harmonasi kita kepada makhluk hidup lain, yaitu binatang peliharaan,” kata kata Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda dalam channel Youtube Mpu Jaya Prema berjudul Hidup Harmoni Lewat Rahinan Tumpek.

Mpu Jaya Prema yang nama walakanya I Putu Setia, ini juga menegaskan bahwa Tumpek Uye atau Tumpek Kandang bukan berarti memuja binatang atau hewan. Dia juga menyebut doa sehari-hari umat Hindu dalam puja Tri Sandhya yang berbunyi sarvaprani hitankarah (hendaknya semua makhluk hidup berbahagia).

“Kita bukan menyembah hewan, tapi mengasihi Tuhan agar melahirkan harmoni kepada semua makhluk,” jelasnya. 

Begitu juga dengan Lontar Sundarigama yang memberi petunjuk tentang hari-hari raya Hindu di Indonesia menyatakan: Hari Tumpek Kandang adalah upacara selamatan untuk binatang-binatang, binatang yang disemblih dan binatang piaraan, hakekatnya adalah untuk memuja Tuhan Yang Mahaesa, Siwa yang disebut Rare Angon, penggembala makhluk. Berdasarkan kutipan tersebut, tegas bahwa yang dipuja adalah Tuhan Yang Maha Esa, bukan memuja binatang. (*)

Sumber: www.hindu-dharma.org/ Youtube Mpu Jaya Prema

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Korban Meninggal Covid-19 Sedunia Capai 1 Juta di Tahun 2022, Indonesia dan Bali Berapa? WHO: Tragis!

Korban Meninggal Covid-19 Sedunia Capai 1 Juta di Tahun 2022, Indonesia dan Bali Berapa? WHO: Tragis!

| Jum'at, 26 Agustus 2022 | 18:31 WIB

Dugaan Pembunuhan Gung Mirah, Polda Bali Turun Tangan

Dugaan Pembunuhan Gung Mirah, Polda Bali Turun Tangan

| Jum'at, 26 Agustus 2022 | 17:22 WIB

Viral Bapak-bapak Ketahuan Rekam Bule Berbikini di Pantai Bali, HP Dirampas

Viral Bapak-bapak Ketahuan Rekam Bule Berbikini di Pantai Bali, HP Dirampas

| Jum'at, 26 Agustus 2022 | 14:38 WIB

Terkini

Awas Dana Asing Kabur! Bobot Saham Indonesia di MSCI Terancam Turun

Awas Dana Asing Kabur! Bobot Saham Indonesia di MSCI Terancam Turun

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:07 WIB

Pegadaian Raih Predikat 'Best of the Best' di BUMN Entrepreneurial Marketing Awards 2026

Pegadaian Raih Predikat 'Best of the Best' di BUMN Entrepreneurial Marketing Awards 2026

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:07 WIB

Menyelamatkan yang Terbuang: Perjalanan Dr. Susana Membangun Pejaten Shelter

Menyelamatkan yang Terbuang: Perjalanan Dr. Susana Membangun Pejaten Shelter

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:07 WIB

Rapor Penjualan Honda Awal 2026: Wajib Berbenah Biar Nggak Punah

Rapor Penjualan Honda Awal 2026: Wajib Berbenah Biar Nggak Punah

Otomotif | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:04 WIB

Bandara Soetta Perketat Pengawasan Penumpang dari 4 Negara Antisipasi Hantavirus

Bandara Soetta Perketat Pengawasan Penumpang dari 4 Negara Antisipasi Hantavirus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:04 WIB

Loloskan Motor Listrik MBG, Purbaya Copot Dirjen Anggaran Luky Alfirman

Loloskan Motor Listrik MBG, Purbaya Copot Dirjen Anggaran Luky Alfirman

Video | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:02 WIB

Rio Ferdinand Puji Senne Lammens, Bisa Jadi Kiper Utama Manchester United 10 Tahun ke Depan

Rio Ferdinand Puji Senne Lammens, Bisa Jadi Kiper Utama Manchester United 10 Tahun ke Depan

Bola | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:01 WIB

Fraksi Gerindra DPR: Juri LCC Empat Pilar Harus Minta Maaf ke Ocha

Fraksi Gerindra DPR: Juri LCC Empat Pilar Harus Minta Maaf ke Ocha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:00 WIB

Tragedi Daycare Little Aresha: Pemkot Yogya Kerahkan 94 Psikolog

Tragedi Daycare Little Aresha: Pemkot Yogya Kerahkan 94 Psikolog

Jogja | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:00 WIB

Di Era Serba Cepat, Apakah Tulisan Mendalam Masih Memiliki Tempat?

Di Era Serba Cepat, Apakah Tulisan Mendalam Masih Memiliki Tempat?

Your Say | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:00 WIB