Awas Dana Asing Kabur! Bobot Saham Indonesia di MSCI Terancam Turun

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 12 Mei 2026 | 11:07 WIB
Awas Dana Asing Kabur! Bobot Saham Indonesia di MSCI Terancam Turun
Ilustarsi saham di MSCI. [Suara.com/Ist/MSCI-Gemini]
baca 10 detik
  • Penurunan bobot saham Indonesia oleh MSCI pada Mei 2026 berisiko menurunkan likuiditas pasar dan minat investor asing.
  • Tingginya konsentrasi kepemilikan saham oleh pihak afiliasi mengurangi daya tarik emiten dan transparansi perdagangan di mata global.
  • Otoritas bursa perlu mengambil langkah tegas mengatasi masalah kepemilikan untuk menjaga kualitas pasar dan kepercayaan investor internasional.

Suara.com - Penurunan bobot saham Indonesia dalam penilaian MSCI (Morgan Stanley Capital International) dikhawatirkan akan memicu persepsi negatif.

Pasalnya, pasar modal Indonesia menjadi kurang menarik bagi investasi asing.

Direktur Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, mengingatkan bahwa jika skenario pengurangan bobot ini terjadi, risiko penurunan likuiditas pasar dapat menghambat aktivitas transaksi harian di bursa dan mempengaruhi arus modal yang masuk ke tanah air.

Fenomena High Shareholding Concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi menjadi salah satu sorotan utama karena dinilai mengurangi daya tarik emiten di mata investor global.

Menurut Reza, saham HSC dianggap kurang kompetitif bagi investor publik, lantaran mayoritas saham hanya dikuasai oleh segelintir pemegang saham tertentu yang terindikasi memiliki hubungan afiliasi, sehingga memicu kekhawatiran terkait transparansi dan fleksibilitas perdagangan di pasar sekunder.

"Jika bobot saham Indonesia di penilaian MSCI berkurang, maka muncul asumsi maupun persepsi bahwa pasar modal kita kurang menarik bagi asing. Ujung-ujungnya, likuiditas transaksi pun bisa ikut berkurang," ujar Reza saat dihubungi Suara.com, Selasa (12/5/2026).

Ilustrasi saham, main saham. (Pexels/energepic.com)
Ilustrasi saham. (Pexels/energepic.com)

Reza memberikan ilustrasi mengenai celah dalam aturan free float. Sebagai contoh, sebuah emiten mengeluarkan 1 juta lembar saham dengan ketentuan free float 15 persen, yang berarti 150.000 lembar seharusnya dimiliki publik.

Namun, dalam banyak kasus, meski angka saham beredar di publik terlihat besar secara administratif, kepemilikan tersebut sering kali masih berkaitan dengan pihak internal.

"Misalnya emiten X, saham beredar di publik tercatat 965.000 lembar atau 96,5 persen, secara angka itu di atas ketentuan. Akan tetapi, bisa jadi dari jumlah tersebut masih ada hubungan afiliasi," jelasnya.

baca juga

Berdasarkan metodologi yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan KSEI, pihak-pihak yang dikategorikan sebagai afiliasi meliputi Pemegang Saham Pengendali (PSP), keluarga pengendali hingga derajat kedua (sesuai UU P2SK),
direksi, komisaris, hingga pihak nominee yang memiliki pola transaksi tertentu dengan kelompok pengendali.

Reza menduga bahwa BEI telah melihat indikasi adanya konsentrasi kepemilikan tersebut pada sejumlah emiten, sehingga langkah tegas perlu diambil untuk menjaga kualitas pasar.

Namun, ia menyarankan agar pelaku pasar melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak otoritas bursa maupun emiten terkait untuk memastikan status kepemilikan saham mereka.

Terkait kekhawatiran Indonesia akan kehilangan status di pasar global, Reza menilai kemungkinan untuk "turun kelas" secara drastis dalam waktu dekat masih relatif kecil.

Namun, melalui analisis pasar saham yang cermat, ia melihat pengurangan bobot investasi tetap menjadi ancaman nyata bagi bursa efek nasional jika masalah konsentrasi kepemilikan ini tidak segera diatasi secara transparan guna mempertahankan kepercayaan investor global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Terpeleset Jatuh di Sesi I, 421 Saham Turun

IHSG Terpeleset Jatuh di Sesi I, 421 Saham Turun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:30 WIB

Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung

Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:42 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi

IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:14 WIB

Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta

Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:03 WIB

Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai

Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:48 WIB

Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia

Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 06:59 WIB

Terkini

Semakin Diteguk, Semakin Haus: Mengejar Dunia dalam Pareidolia

Semakin Diteguk, Semakin Haus: Mengejar Dunia dalam Pareidolia

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 15:40 WIB

'Siapa yang Memindahkan?!' Foto Jimmy Masrin dan Fasilitas Mewah Mendadak Hilang di Lapas Cibinong

'Siapa yang Memindahkan?!' Foto Jimmy Masrin dan Fasilitas Mewah Mendadak Hilang di Lapas Cibinong

News | Sabtu, 26 September 2026 | 15:34 WIB

Setelah Belasan Tahun Berjuang, Kampung Adat Urug Bogor Akhirnya Mengantongi Sertifikat Komunal

Setelah Belasan Tahun Berjuang, Kampung Adat Urug Bogor Akhirnya Mengantongi Sertifikat Komunal

Bogor | Sabtu, 26 September 2026 | 15:32 WIB

Ole Romeny Cetak 5 Gol dalam 5 Laga Timnas Indonesia, Ini Rahasianya

Ole Romeny Cetak 5 Gol dalam 5 Laga Timnas Indonesia, Ini Rahasianya

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 15:31 WIB

5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!

5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 15:30 WIB

Menang atas Singapura, Timnas Indonesia Tetap Dikritik Pengamat: Miskin Kreativitas!

Menang atas Singapura, Timnas Indonesia Tetap Dikritik Pengamat: Miskin Kreativitas!

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 15:25 WIB

Ribuan Pelari Siap Tumpah di Semarang, AHY Run Jateng 2026 Targetkan 5.000 Peserta

Ribuan Pelari Siap Tumpah di Semarang, AHY Run Jateng 2026 Targetkan 5.000 Peserta

Jawa Tengah | Sabtu, 26 September 2026 | 15:22 WIB

Sejumlah Sekolah di Pekanbaru Masih Tahan Ijazah Siswanya

Sejumlah Sekolah di Pekanbaru Masih Tahan Ijazah Siswanya

Riau | Sabtu, 26 September 2026 | 15:18 WIB

Motor Hantam Forklift di Jalan Raya Serang-Tangerang, Pasangan Suami Istri Tewas

Motor Hantam Forklift di Jalan Raya Serang-Tangerang, Pasangan Suami Istri Tewas

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 15:11 WIB

Big Mouth: Drakor tentang Penjara yang Mirip Berita di Indonesia

Big Mouth: Drakor tentang Penjara yang Mirip Berita di Indonesia

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 15:10 WIB

×