AKBP Arif Rachman Arifin Terkenal Humanis, Religius, dan Inovatif, Sayang Terseret Ferdy Sambo

Suara Denpasar

Sabtu, 03 September 2022 | 17:52 WIB
AKBP Arif Rachman Arifin Terkenal Humanis, Religius, dan Inovatif, Sayang Terseret Ferdy Sambo
AKBP Arif Rachman Arifin dalam sidang KKEP dengan terduga pelanggar Kompol Baiquni Wibowo, 2 September 2022. (Youtube Polri TV)

SUARA DENPASAR – AKBP Arif Rachman Arifin terkenal sebagai polisi yang humanis. Sebelum dikenal karena terseret kasus Ferdy Sambo dan jadi Kapolres di Karawang dan Jember, dia pernah bertugas di Polrestabes (dulu Polwiltabes) Surabaya. Dia juga terkenal inovatif. Banyak inovasi atau terobosan yang dibuatnya.

Ketika di Polrestabes Surabaya pada 2006 dia membuat terobosan atau inovasi dalam pengawasan penyidikan. Yakni berupa SIPP (Sistem Informasi Pengwasan Penyidikan).

“Tahun 2006 silam AKBP Arif Rahman yang saat itu masih berpangkat Kompol, membuat satu gebrakan sistem informasi dengan nama SIPP (Sistem Informasi Pengawasan Penyidikan) di mana semua giat sidik lidik bisa dimonitor langsung melalui komputer pribadinya," kata sahabatnya, Muhammad Khoirul Amin, 5 November 2020, dikutip dari bajasaja.id.

Kemudian AKBP Arif Rachman Arifin juga pernah meraih penghargaan Esq Award, sebagai tokoh alumni yang dapat memberikan kontribusi secara nyata di tingkat nasional saat masih menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Barat.

AKBP Arif Rachman juga meraih penghargaan dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi) berupa ”Promotor Reward” karena berhasul menjaga situasi Kamtibmas jelang Pemilu 2019 saat dia masih menjabat Dirreskrimum Polda Kalbar.

Ketika menjadi Kapolres Karawang, dia juga mendapat penghargaan promoter reward dari Lemkapi. Dia mendapat penghargaan karena inovasinya dalam mengembangkan kampung tangguh, pesantren tangguh dan berbagai inovasi dalam penanganan pandemi Covid-19 di wilayah hukum Polres Karawang.

Bahkan, Humas Polres Karawang Iptu Abdul Wahab Sahroni yang diberitakan posberitaindonesia.com menyebut AKBP Arif Rachman Arifin sebagai sosok yang selain humanis, juga religius.

"Saya lihat di dalam kesempatan apa pun, beliau tidak pernah ketinggalan yang namanya salat fardhu (wajib), setiap terdengar suara azan beliau selalu mendahulukan salat," katanya.

Ketika menjadi Kapolres Jember sejak 2020, AKBP Arif Rachman Arifin juga sempat dinobatkan sebagai Bapak Driver Ojek Online Jember. Ini karena dukungannya dalam Dapur Isoman untuk warga yang menjalani isoman karena terjangkit Covid-19 yang digelar para driver ojol.

baca juga

Saat jadi Kapolres Jember, dia juga rajin menyantuni anak yatim. Dia juga sering ikut dalam mendorong ekonomi rakyat. Salah satunya budidaya ikan nila. Apalagi, dalam skripsinya ketika menjadi mahasiswa di STIK-PTIK tahun 2008, juga sangat menyadari bahwa kemiskinan dan pengangguran mendorong laju tindak kriminalitas.

“Angka kriminalitas akan berbanding lurus dengan angka kemiskinan dan pengangguran,” kata AKBP Arif dalam abstrak skripsinya berjudul, “Analisis Penanganan Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan oleh Penyidik Polwiltabes Surabaya.”

AKBP Arif Rachman juga sempat membuat acara Cangkrukan Kamtibmas bersama nelayan di Puger, Jember. Dia berdialog dengan para nelayan tentang masukan atau apa yang dibutuhkan para nelayan dalam hal keamanan, misalnya.

Januari 2022, pria keturunan Bugis, ini akhirnya pindah ke Jakarta. Dia menjadi bawahan Ferdy Sambo yang menjadi Kadiv Propam Polri. Keduanya memang sama-sama dari Sulawesi Selatan.

Petaka pun datang. Pada 8 Juli 2022, terjadi peristiwa pembunuhan terhadap Brigadir Joshua di rumah dinas Kadiv Propam Polri.

AKBP Arif pun ikut kena getahnya. Dia bersama Kompol Chuck dan Kompol Baiquni ditugaskan untuk mengambil dan merusak CCTV. Tujuan Irjen Ferdy Sambo adalah agar ia mudah merekayasa fakta pembunuhan Brigadir Joshua itu menjadi tembak-menembak.

Sayang karena ulahnya mengikuti perintah Ferdy Sambi, Arif Rachman Arifin pun kini menunggu disidang etik dan terancam dipecat seperti Ferdy Sambo, Kompol Chuck, dan Kompol Baiquni. Dia juga terancam pidana penjara 10 tahun karena menghalangi penyidikan atau obstruction of justice. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sosok AKBP Arif Rachman Arifin: 2 Kali Kapolres, Jadi Bapak Ojol, Terancam Pecat-Penjara karena Ferdy Sambo

Sosok AKBP Arif Rachman Arifin: 2 Kali Kapolres, Jadi Bapak Ojol, Terancam Pecat-Penjara karena Ferdy Sambo

Denpasar | Kamis, 01 September 2022 | 18:01 WIB

Di Sidang Etik, AKBP Arif Rachman Arifin, Bapak Ojol Anak Buah Ferdy Sambo Pejamkan Mata

Di Sidang Etik, AKBP Arif Rachman Arifin, Bapak Ojol Anak Buah Ferdy Sambo Pejamkan Mata

Denpasar | Sabtu, 03 September 2022 | 15:28 WIB

GENG SAMBO! Brigjen Hendra, Kombes Agus, AKBP Arif, Kompol Baiquni dan Kompol Chuck Terancam

GENG SAMBO! Brigjen Hendra, Kombes Agus, AKBP Arif, Kompol Baiquni dan Kompol Chuck Terancam

Denpasar | Minggu, 21 Agustus 2022 | 01:34 WIB

Terkini

Kunjungi Sekolah Rakyat Gresik, Gus Ipul Pantau Program Taruna Bhakti Nusantara

Kunjungi Sekolah Rakyat Gresik, Gus Ipul Pantau Program Taruna Bhakti Nusantara

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:21 WIB

GEMPAR di Pasar Ngijon, Strategi Sleman Wujudkan Pasar Nyaman dan Ekonomi Berdaya

GEMPAR di Pasar Ngijon, Strategi Sleman Wujudkan Pasar Nyaman dan Ekonomi Berdaya

Jogja | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Menteri ATR Nusron Wahid Ungkap Banyak Laut di Batam Dikapling Tanpa Izin PKKPRL

Menteri ATR Nusron Wahid Ungkap Banyak Laut di Batam Dikapling Tanpa Izin PKKPRL

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:19 WIB

Bukan Indonesia! Vietnam Disebut Negara ASEAN Paling Siap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Bukan Indonesia! Vietnam Disebut Negara ASEAN Paling Siap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:13 WIB

Danantara Housing Expo 2026 Hadir untuk Wujudkan Rumah Idaman, Tawarkan DP Mulai 1%

Danantara Housing Expo 2026 Hadir untuk Wujudkan Rumah Idaman, Tawarkan DP Mulai 1%

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:12 WIB

5 Rekomendasi Drama China Tayang Agustus 2026: Dari Romansa Modern hingga Costume Drama

5 Rekomendasi Drama China Tayang Agustus 2026: Dari Romansa Modern hingga Costume Drama

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:12 WIB

5 Serum Vitamin C dan Niacinamide untuk Cerahkan Kulit Kusam, Mulai Rp20 Ribuan

5 Serum Vitamin C dan Niacinamide untuk Cerahkan Kulit Kusam, Mulai Rp20 Ribuan

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:12 WIB

BRI Dorong Remitansi PMI Jadi Modal Usaha Produktif Melalui Pelatihan Kewirausahaan di Taiwan

BRI Dorong Remitansi PMI Jadi Modal Usaha Produktif Melalui Pelatihan Kewirausahaan di Taiwan

Surakarta | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:11 WIB

Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Golkar Tegaskan Komitmen Sanksi Bagi Kader Bermasalah

Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Golkar Tegaskan Komitmen Sanksi Bagi Kader Bermasalah

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:07 WIB

Rp11,3 Triliun Digelontorkan, BNPP Fokus Benahi Empat Masalah Besar Kawasan Perbatasan RI

Rp11,3 Triliun Digelontorkan, BNPP Fokus Benahi Empat Masalah Besar Kawasan Perbatasan RI

Jabar | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:06 WIB

×