Ferdy Sambo Diperiksa Pakai Poligraf atau Lie Detector, Begini Cara Kerjanya

Suara Denpasar

Kamis, 08 September 2022 | 16:11 WIB
Ferdy Sambo Diperiksa Pakai Poligraf atau Lie Detector, Begini Cara Kerjanya
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat rekonstruks. Ferdy Sambo akan diperiksa menggunakan alat lie detector atau poligraf. Insert pemasangan detector di Puslabfor Bareskrim Polri di Sentul. (Suara.com/ Youtube Polri TV)

SUARA DENPASAR – Penyidik kasus pembunuhan Brigadir Joshua atau Nofriansyah Yosua Hutabarat kembali menggunakan poligraf atau lie detector (deteksi kebohongan). Rencananya, pihak yang akan diperiksa menggunakan poligraf adalah mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo. Pihak Puslabfor Bareskrim Polri pun mengungkapkan cara kerja poligraf atau lie detector. 

“Ya, betul (uji lie detector Ferdy Sambo),” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Kamis (8/9/2022).

Irjen Dedi menjelaskan pemeriksaan menggunakan lie detector atau poligraf terhadap tersangka pembunuhan Brigadir Joshua, Ferdy Sambo berlangsung di Puslabfor Bareskrim Polri di Sentul, atau persisnya Jalan Tangkil - Agrabinta, Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Kamis (8/9/2022) ini.

“Tes lie detector FS (Ferdy Sambo) di Labfor Sentul,” kata Dedi.

Cara Kerja Poligraf atau Lie Detector

Dilansir dari Youtube Polri TV, poligraf atau lie detector adalah alat untuk menguji kejujuran seseorang melalui reaksi tubuh. Juga bisa disebut dengan psycho physiological decepticon detection atau pendeteksi kebohongan seseorang melakui gejala psikis yang membangkitkan bentuk reaksi fisiologis atau reaksi tubuh.

Tim Asosiasi Poligraf Indonesia, Agung Prasetya menjelaskan, reaksi tubuh manusia bisa dalam bentuk berbagai macam. Ada reaksi tubuh melalui jantung, misal jantung berdegup lebih kencang ketika berbohong, atau bisa melalui pernapasannya sehingga napasnya jadi berat ketika berbohong, atau melalui kelenjar keringat seketika berbohong keringat dinginnya keluar. 

“Ada juga reaksi tubuhnya berupa asam lambungnya naik, atau bisa berupa pupil matanya membesar, atau melalui ketegangan di area otaknya meningkat,” papar dia.

Namun, lanjut Agung Prasetya, dalam teknik poligraf ini yang dilakukan Puslabfor Bareskrim Polri, membatasi hanya tiga hal. Yakni sensor jantung, kelenjar keringat di ujung jari, dan pernapasan. 

“Pernapasan ada pernapasan dada dan perut,” terangnya. 

Agung menjelaskan mengapa orang berbohong. Menurut dia, itu bisa karena tiga hal. Pertama, karena terancam jiwanya. Kedua, terancam hartanya, bisa juga jabatan atau hartanya secara langsung, seperti berbohong ketika ada rampok atau jambret. Ketiga, terancam kehormatan, yakni bisa nama baiknya, kedudukan status sosial akan rusak bila tidak berbohong.

“Bohong dalam terminology poligraf adalah menutupi suatu fakta. Maka pemilihan kata di poligraf deception, menyembunyikan sesuatu, dengan menggantikan sesuatu yang lain,” tuturnya.  

Agung pun menjelaskan, Puspabfor Bareskrim Polri memiliki poligraf yang telah diakui Asosiasi Poligraf Amerika Serikat. Poligraf yang dimiliki Puslabfor Bareskrim Polri merupakan produksi Kanada.

“Ini memiliki tingkat akurasi 93 persen. Dan telah memiliki standar ISO,” jelasnya.

Dia pun menjelaskan, pemeriksa poligraf harus seseorang yang sudah tersertifikasi dan ikuti pelatihan, untuk memenui syarat ketentuan SOP Asosiasi Polifraf Amerika.

Dia mengatakan, pemeriksaan lie detector yang dilakukan di Indonesi menggunakan teknik atau metode pertanyaan. Dia mengatakan, akurasi dari form pertanyaan ini di atas 93 persen. 

Tahapan Pemeriksaan Poligraf

Agung menjelaskan, ada beberapa tahapan dalam pemeriksaan menggunakan poligraf. Yaitu:

Tahap pertama: terperiksa akan diwawancara dulu oleh pemeriksa. Tujuannya untuk memastikan subjek secara jasmani dan rohani, membangun hubungan untuk menyamakan bahasa dan empati, mengetahui latar belakang sosial terperiksa, menjelaskan prinsip kerja alat.

Pemeriksa kemudian mempelajari terperiksa dan bahasa tubuh terperiksa, menyamakan kedudukan kasus, dan mempersiapkan pertanyaan dalam tes, 

Tahan Kedua: Sebelum pemeriksaan poligraf dimulai, pemeriksa akan menanyakan kesediaan terperiksa untuk dipasangi alat poligraf. 

“Ini merupakan prosedur yang dilakukan dengan menjunjung HAM,” jelasnya.

Tahap Ketiga: Pemeriksan bisa berlangsung dalam 3-6 jam. Hasil dari poligraf berupa grafik yang nantinya akan dituangan ke dalam form hand scoring dan dilakukan analisis sebagai hasil pendapat ahli berupa berita acara pemeriksaan. 

“Ini lah salah satu metode scientific crime investigation yang dilakukan Polri untuk mengusut kasus penembakan Birgadir J secara transparan dan profesional,” pungkas dua. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polwan AKP Dyah Chandrawati Disidang Etik soal Pistol Bharada E, Kombes Murbani Budi-Kompol Chuck Jadi Saksi

Polwan AKP Dyah Chandrawati Disidang Etik soal Pistol Bharada E, Kombes Murbani Budi-Kompol Chuck Jadi Saksi

| Kamis, 08 September 2022 | 14:44 WIB

Karier Kombes Agus Nurpatria Hancur, Dulu Kawal Jokowi-Kapolres Subang, Kini Dipecat karena Ferdy Sambo

Karier Kombes Agus Nurpatria Hancur, Dulu Kawal Jokowi-Kapolres Subang, Kini Dipecat karena Ferdy Sambo

| Rabu, 07 September 2022 | 19:45 WIB

Sosok Kompol Baiquni Wibowo, Jadi Anak Buah sejak Ferdy Sambo Masih Kombes, Kini Dipecat

Sosok Kompol Baiquni Wibowo, Jadi Anak Buah sejak Ferdy Sambo Masih Kombes, Kini Dipecat

| Sabtu, 03 September 2022 | 19:59 WIB

Tragis Karier Kompol Chuck Putranto, Anak Jenderal Polisi yang Dipecat Gara-gara Ikut Geng Sambo

Tragis Karier Kompol Chuck Putranto, Anak Jenderal Polisi yang Dipecat Gara-gara Ikut Geng Sambo

| Jum'at, 02 September 2022 | 20:33 WIB

Sosok Hendra Kurniawan, Jenderal Geng Sambo yang Terancam Pidana karena Halangi Penyidikan

Sosok Hendra Kurniawan, Jenderal Geng Sambo yang Terancam Pidana karena Halangi Penyidikan

| Jum'at, 19 Agustus 2022 | 22:13 WIB

Terkini

Niat Puasa Daud: Makna, Tata Cara, dan Keutamaannya dalam Islam

Niat Puasa Daud: Makna, Tata Cara, dan Keutamaannya dalam Islam

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:09 WIB

Demi KDMP, 21 Lahan Hijau di Kota Malang Terancam Alih Fungsi

Demi KDMP, 21 Lahan Hijau di Kota Malang Terancam Alih Fungsi

Malang | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:08 WIB

Berapa Harga Parfum Chanel? Ini Kisarannya dan 3 Merek Lokal yang Tak Kalah Wangi

Berapa Harga Parfum Chanel? Ini Kisarannya dan 3 Merek Lokal yang Tak Kalah Wangi

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:05 WIB

Viral Pasutri Tewas Ditabrak Taksi Bluebird, Akun IG Nikita Willy dan Suami Diserbu Netizen

Viral Pasutri Tewas Ditabrak Taksi Bluebird, Akun IG Nikita Willy dan Suami Diserbu Netizen

Entertainment | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:05 WIB

Bisa Pertimbangkan Beli, Harga Emas Antam turun Lagi Jadi Rp2,71 Juta/Gram

Bisa Pertimbangkan Beli, Harga Emas Antam turun Lagi Jadi Rp2,71 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:04 WIB

Jadwal Australian Open 2026 Hari Ini: Anthony Ginting Beraksi, Ada Reuni Rinov Rivaldy vs Gloria

Jadwal Australian Open 2026 Hari Ini: Anthony Ginting Beraksi, Ada Reuni Rinov Rivaldy vs Gloria

Sport | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:02 WIB

Bukan Sekadar Tempat Minum, Tumbler Kini Jadi Simbol Gaya Hidup Aktif Generasi Urban

Bukan Sekadar Tempat Minum, Tumbler Kini Jadi Simbol Gaya Hidup Aktif Generasi Urban

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:02 WIB

Terjebak di Lantai Dua, 4 Penghuni Rumah di Ampel Surabaya Dievakuasi dari Kepungan Api

Terjebak di Lantai Dua, 4 Penghuni Rumah di Ampel Surabaya Dievakuasi dari Kepungan Api

Jatim | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:02 WIB

Dua Begal Sadis Tewaskan Pemuda di Pelalawan Dibekuk di Banten

Dua Begal Sadis Tewaskan Pemuda di Pelalawan Dibekuk di Banten

Riau | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:01 WIB

Amerika Tawarkan Pembuatan Visa Kilat Nonton Piala Dunia 2026, Tapi Bayar Segini

Amerika Tawarkan Pembuatan Visa Kilat Nonton Piala Dunia 2026, Tapi Bayar Segini

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:00 WIB